Berburu Mengkudu, Penyembuh Segala Penyakit di Makam Sunan Giri

  • Bagikan
Tangga Menuju Gerbang Makam Sunan Giri Gresik

Gresik – Gresik adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang beribu kota Gresik tersebut memiliki luas 1.191,25 km² yang juga mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa.

Dua dari sembilan Walisongo berada di kota Gresik. Wali tersebut adalah Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim. Tak heran jika kebanyakan orang juga menyebut Gresik sebagai Kota Wali atau Kota Santri. Keberadaan seorang wali identik dengan ketekunan belajar Islam.

Uniknya, selain identik dengan walisongo, Gresik juga mempunyai sebuah kawasan industri yang menghasilkan beraneka macam produk yang didistribusi ke seluruh Indonesia dan juga ekspor.

Bagi yang tinggal cukup jauh dari Gresik, dan berencana berkunjung, bisa memilki mode angkutan kereta api, bus, atau pesawat. Untuk pengguna kereta api bisa turun di Stasiun Gresik. Sedangkan bagi pengguna angkutan udara, bisa turun di Bandara Juanda Sidoarjo. Selain itu untuk Bawean juga ada bandara Harun Thohir.

Baca Juga  DENGAN BERSEPEDA, WABUP GRESIK KELILING DESA UNTUK KAMPANYEKAN DISIPLIN KESEHATAN DI TENGAH PANDEMI

Salah satu tujuan wisata yang cukup ramai dikunjungi saat ini adalah makam Sunan Giri yang wafat pada 1506 M. Almaghfurlah dimakamkan di atas bukit dalam cungkup berarsitektur khas Jawa yang sangat unik. Tempat wisata Gresik bidang spiritual ini terletak di Dusun Giri berjarak 4 kilo meter dari pusat kota.

Secara keseluruhan lingkungan makam tempat wisata Gresik ini nampak sakral dan berwibawa. Secara tata kelola keruangan arkeologis, area komplek makam terbagi menjadi 3 langkan, dengan gapura sebagai penandanya. Area pertama atau terluar berupa Gapura Bentar dengan Kala Makara berbentuk sepasang naga. Area kedua juga berupa Gapura Bentar yang sudah tidak berbentuk. Area ketiga berupa Gapura Paduraksa, kemudian area inti yaitu cungkup kubur Sunan Giri.

Baca Juga  Bareskrim Tangkap Gus Nur di Malang!

Peziarah yang datang ke makam Sunan Giri pada malam Jumat Legi sangat banyak. Bahkan bisa menembus hingga ribuan orang. Mereka tidak hanya datang dari Gresik dan sekitarnya seperti Surabaya dan Madura, tetapi berasal dari luar provinsi seperti Solo, Banten dan ada juga yang dari Kalimantan.

Di sekitar komplek pemakaman Sunan Giri juga terdapat pohon mengkudu. Entah siapa yang memulai, tapi para peziarah meyakini buah mengkudu tersebut berkhasiat mengobati beragam jenis penyakit, sehingga tidak jarang mereka selalu memburunya.

“Saya ziarah ke sini hampir setiap bulan,” kata Lukman Hakim. Awalnya kebiasaan itu dilakukan sendiri, dan sekarang bersama keluarga. Dirinya juga mengambil beberapa mengkudu untuk diolah menjadi jamu.

Baca Juga  Apa yang Menciptakan Angin? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Menurutnya, kebiasaan juga berdasarkan tempaan orang tua, lebih tepatnya sang mertua. Karena saat pertama kali berkeluarga telah diingatkan untuk menjaga kebiasaan ziarah ke makam Sunan Ampel atau Ngampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik.

“Sempatkan ziarah ke Giri Ngampel,” pesan sang mertua kala itu. Dan kebiasaan tersebut dilakukan secara ajeg, meskipun mencari waktu yang lebih sepi lantaran Corona.

Dirinya juga menyatakan bahwa keluhan sakit yang diderita segera sembuh saat mengolah beberapa mengkudu menjadi minuman dan jamu. Dari mulai sakit rematik, keluhan pencernaan dan lainnya. Dan di sekitar makam, juga ada beberapa ramuan dari mengkudu yang telah siap dikonsumsi sebagai obat.

Dilansir dari: jatim.nu.or.id

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan