DPRD Gresik Usul Putra Bawean Disekolahkan Jadi Dokter Spesialis

GRESIK – Problem kekurangan dokter spesialis di RSU Umar Mas’oed Bawean, ternyata sudah lama terjadi. DPRD Kabupaten Gresik, berupaya mencari jalan keluarnya.

Salah satu jalan keluar yang coba diinisiasi oleh lembaga legislatif ini adalah, dengan menyekolahkan putra terbaik dari Pulau Bawean, menjadi dokter spesialis.

Ternyata tidak hanya saat ini saja. Kekurangan dokter spesialis ini sudah lama dan harus dicarikan solusinya,” ungkap Ketua DPRD Gresik, Fandi Achmad Yani, Minggu (6/10/2019).

Seperti diberitakan, saat ini di rumah sakit tipe D itu hanya ada sembilan dokter. Empat dokter umum dan sisanya spesialis.

Ironisnya, dokter spesialis anak tidak ada. Bahkan, untuk spesialis anastesi pertengahan Oktober 2019 ini sudah ditarik ke Kota Surabaya.

Baca Juga  Trust in Bawean Mudah Urus Administrasi Kependudukan di Pulau Bawean

Praktis, RSUD Umar Mas’oed Bawean bakal tidak bisa melakukan operasi. Padahal, dalam sebulan catatan yang didapat DPRD Gresik, ada 30 kali operasi. Baik ringan maupun operasi berat.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Gresik, yang akrab disapa Gus Yani itu, problemnya memang insentif yang diberikan kecil dibanding daerah lain. Selain itu, jarak Pulau Bawean, dengan daratan tiga jam perjalanan. “Itupun belum lagi kalau ada ombak tinggi. Transportasi Gresik-Bawean putus. Bisa dua pekan,” katanya.

Atas adasar itulah, Gus Yani bakal memberikan usulan kepada Dinkes Kabupaten Gresik maupun BKD Kabupaten Gresik. Yaitu, dengan cara menyekolahkan putra terbaik menjadi dokter spesialis. “Kalau sudah lulus, diminta tugas di RSUD Bawean,” katanya.

Baca Juga  Selamat hari Minggu, dan selamat menikmati libur akhir pekan. Ada rencana piknik kemana hari ini?

Selain itu, lanjut Gus Yani, pemerintah harus memberikan insentif daerah yang besar. Sehingga, ada banyak dokter spesialis berebut tugas di Pulau Bawean.


Berikan Komentar Anda