Mitos atau Fakta, Reservoir Wiper Tidak Boleh Diisi Air Keran?

  • Bagikan

Otomotif – Menjelang akhir September 2020, cuaca di Jakarta dan sekitarnya belakangan lebih sering hujan. Pemilik mobil wajib memperhatikan bagian wiper dan cairannya supaya visibilitas saat berkendara selalu jelas.

Pasalnya kehadiran air wiper penting diperhatikan. Cuaca hujan yang terjadi belakangan ini sering kali membuat kaca mobil kotor dan harus dibersihkan.

Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, Jawa Barat, mengatakan, pemilik mobil bisa memulainya dengan mengecek kondisi reservoir wiper yang terletak di ruang mesin.

“Kalau reservoir terlihat ada lumut sebaiknya dikuras. Karena kalau tetap digunakan bisa menyumbat washer,” ujar Deni, kepada Kompas.com belum lama ini

“Alhasil saat dioperasikan tidak bisa keluar, nyangkut. Oleh karena itu air wiper harus dicek dan diganti secara berkala,” tuturnya.

Baca Juga  Sensus Penduduk Online 2020 Diperpanjang hingga 29 Mei 2020

Deni mengingatkan agar mengganti air wiper dengan dengan cairan yang memang dibuat khusus untuk wiper. Sebab cairan ini memang sudah disiapkan dengan kandungan bahan-bahan yang sesuai dan aman digunakan.

“Bisa gunakan cairan khusus wiper atau cukup air keran saja. Tapi untuk air keran sifatnya hanya sementara, misal saat kondisi darurat di perjalanan,” ucap Deni.

Menurutnya, air keran yang berasal dari tanah dapat menimbulkan jamur kaca apabila tidak segera dibersihkan.

Selain itu, air tanah juga kurang ampuh dalam membersihkan noda. Makanya banyak yang mengakali dengan detergen seperti shampo atau sabun.

Namun cara ini tidak direkomendasikan Deni, sebab cairan detergen dapat meninggalkan busa yang mengganggu visibilitas.

Baca Juga  Peringatan dini cuaca ekstrim Jawa Timur 16-18 Oktober 2020

“Saat kondisi hujan, busa yang ditimbulkan malah bisa makin banyak. Malah berbahaya saat berkendara. Apalagi juga bisa mengakibatkan selang dan washer mampet,” katanya.

Dilansir dari : Kompas.com

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan