REALISASI TOL GRESIK-TUBAN-DEMAK MASUK TAHAP PRASTUDI KELAYAKAN

  • Share
ilustrasi – foto google

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan di wilayahnya segera dibangun jalan tol Gresik-Tuban. Pembangunan jalan bebas hambatan tersebut untuk menghubungkan kawasan industri Manyar Kabupaten Gresik hingga kawasan industri Kabupaten Tuban.

“Ini sudah berulang kali kita rapatkan untuk segera direlasiasikan. Bahwa koneksitas antara Manyar hingga Tuban akan dibangunkan dengan jalan tol,” ujar Khofifah, belum lama ini.

Lebih lanjut Khofifah memaparkan, opsi perencanaan jalan tol ini ada dua pilihan. Menurutnya opsi tersebut yaitu antara melewati tengah atau melewati pinggir kawasan pantura.

“Terlebih karena di pantura itu ada banyak kawasan industri dan banyak pelabuhan atau seaport. Sehingga efektivitas tol harapannya bisa lebih didapatkan,” jelasnya

Realisasi pembangunan jalan tol Demak-Tuban-Gresik kini memasuki tahap prastudi kelayakan dalam pengajuan pembangunan konstruksi. Adalah PT Waskita Toll Road selaku badan udaha jalan tol yang mendapatkan surat untuk melakukan kajian ruas tol sepanjang 236 kilometer tersebut.

Direktur Utama WTR Herwidiakto mengatakan dalam menggarap prakarsa jalan tol Demak—Tuban—Gresik, pihaknya nantinya akan menggarap koridor timur Jawa. Sedangkan prakarsa (unsolicited) jalan tol yang masuk dalam koridor utara Jawa itu dikerjakan bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selaku pimpinan pemrakarsa dan badan usaha swasta.

“Nantinya kami tidak sendiri, Ada PT Jasa Marga (Persero) yang bakal mengerjakan koridor utara Jawa. Kami di bagian timur. Surat untuk mengkaji sudah ada. Karena ruasnya cukup panjang, cukup lama juga untuk [penyusunan] pra-FS [feasibility study],” ujarnya, seperti dikutip dari Kabar24.com, belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol, investasi pembangunan jalan tol Demak—Tuban—Gresik diestimasi mencapai Rp67,95 triliun. Jalan tol ini akan melengkapi konektivitas Semarang—Surabaya via jalan tol.

Sebelumnya, konektivitas Semarang—Surabaya sudah tersambung jalan bebas hambatan melalui lima ruas tol, yaitu Semarang—Solo, Solo—Ngawi, Ngawi—Kertosono, Jombang—Mojokerto, dan Surabaya—Mojokerto.

Herwidiakto mengakui bahwa potensi lalu lintas harian di ruas Demak—Tuban—Gresik sedikit lebih rendah dibandingkan dengan sisi selatan. Dia tidak menampik kemungkinan tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return juga bakal lebih kecil. “[Namun,] lalau tarifnya ditinggikan ya, enggak kecil,” tuturnya.

Secara keseluruhan, program pembangunan jalan tol di Jawa terbilang ambisius. Data Ditjen Bina Marga menunjukkan bahwa ada 30 ruas tol yang akan dibangun di Jawa dalam periode 2020—2024. Jumlah tersebut di luar rencana pembangunan jalan tol di Jaboderabek.

Secara keseluruhan, panjang 30 ruas itu mencapai 2.024 kilometer, terpanjang dibandingkan dengan program jalan tol di pulau lain. Investasi pembangunan jalan tol mencapai Rp397,95 triliun.

Dari 30 ruas, sedikitnya 3 ruas merupakan usulan badan usaha yang telah mendapat persetujuan prakarsa dari Menteri PUPR.

Ketiga ruas itu yakni Akses Pelabuhan Patimban, Solo—Yogyakarta—Kulon Progo, dan Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap.

Di samping itu juga terdapat tiga ruas hasil penambahan ruang lingkup dari tiga jalan tol yang sudah ada. Ketiganya yakni Sukabumi—Ciranjang (perpanjangan jalan tol Bocimi), Ciranjang—Padalarang (perpanjangan tol Padaleunyi), dan Kertosono—Kediri (perpanjangan Ngawi—Kertosono).


Berikan Komentar Anda
  • Share