Wabah Virus Corona, ABK di Gresik Panjatkan Doa Pakai Bahasa Isyarat

  • Bagikan
Doa bersama di Musala Baitul Makmur, Kecamatan Bungah, Sabtu (7/3/2020). (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

GRESIK – Wabah virus corona atau Covid-19, puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) SLB Yayasan Kemala Bhayangkari 2 Kabupaten Gresik, Jawa Timur memanjatkan doa. Dengan dipandu penerjemah bahasa isyarat, mereka khusu’ memanjatkan doa.

Kegiatan yang digagas tersebut hasil kerjasama sekolah dengan PT Petrokimia Gresik melalui RS Petrokimia Gresik (RSPG) di Musala Baitul Makmur, Kecamatan Bungah, Sabtu (7/3/2020).

Kepala SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Dede Idawati mengungkapkan, doa bersama ini merupakan salah satu cara terbaik agar penyakit mematikan itu segera berakhir.

“Doa bersama ini dalam rangka memohon kepada Sang Khalik agar wabah virus Corona ditemukan solusinya dan segera berakhir,” kata Dede.

Dede mengatakan, selain dipimpin seorang ulama doa bersama itu juga dipandu oleh penerjemah bahasa isyarat, agar peserta didik memahami isi doa tersebut.

Baca Juga  Dugong dan Asal- usul Legenda Puteri Duyung

Setelah doa bersama, para siswa juga diberi sosialisasi dan pemahaman soal virus corona dan penyebarannya oleh RSPG. Dalam kesempatan itu, siswa juga diajak praktik cuci tangan sehat pakai sabun antiseptik.

“Ke depan, juga kami akan membiasakan olahraga sebelum masuk sekolah serta terus mengintensifkan pola hidup sehat agar tak terinfeksi virus corona,” ujarnya.

Sementara itu, penyuluh RSPG, dr. Cita Budiarti menyatakan untuk mengantisipasi virus Corona bisa dilakukan dengan cara melakukan pola hidup sehat seperti berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dia menjelaskan bahwa di tengah mass hysteria yang terjadi di masyarakat akibat penyebaran virus corona, Petrokimia Gresik memiliki tanggungjawab untuk mengedukasi masyarakat dengan memberikan informasi dan pelatihan yang tepat.

Baca Juga  Jadi Altenatif Wisata, Taj Mahal di Gresik Ramai Dikunjungi

“Jadi sebenarnya, masyarakat tak perlu takut apalagi jika harus membeli masker dan kebutuhan yang berlebihan. Semua bisa ditangkal dengan pola hidup sehat. Dan paling penting, masker itu dipakai saat sakit,” ungkapnya.

Selain kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh ABK di Gresik dengan menggunakan bahasa isyarat, pihak pengelola musala juga memberikan santunan yatim piatu.

.

Source: TimesIndonesia

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan