Warga Driyorejo Mengelar Aksi Protes Jalan Rusak

  • Bagikan

Gresik -Di tengah pembangunan berbagai landmark Icon di Kabupaten Gresik, ternyata sangat bertolak belakang dengan pembagunan infrastruktur jalan diwilayah pinggiran gresik . Seperti ruas jalan yang ada di Dusun Tambakberas, Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur yang kondisinya rusak parah dan sangat membahayakan.

Tak pelak, kondisi jalan yang rusak parah itu menuai protes dari warga masyrakat desa Wedoroanom. Bentuk protes itu dituangkan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan dan memasang spanduk protes di sepanajang jalan tersebut.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah warga juga nekat selfi di jalan yang menghubungkan Kecamatan Driyorejo – Menganti tersebut. Warga secara bergantian berselfi ria dengan duduk di kursi yang berada di tengah-tengah jalan itu.

Baca Juga  Pangdam V Brawijaya Tinjau Pembangunan Yonif 516/CY Driyorejo

“Kami terpaksa melakukan protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan, karena jalan ini sudah lama rusak parah, tapi belum juga ada perbaikan dari pemerintah,” ungkap seorang pemuda desa setempat .

Jlan rusak tersebut kurang lebih sepanjang 3 kilometer. Oleh warga setempat ditutup menggunakan kursi terbuat dari kayu dan ditanami pohon pisang. “Jika tidak ditutup, bisa membahayakan warga, karena jalannya berlubang,” ujarnya, Minggu (2/2/2020).

Ditambahkan, untuk spanduk yang dibentangkan warga bertuliskan permohonan maaf bagi pengguna jalan. ‘Jalan ini sudah tidak layak untuk dilewati. Sabarrr ya . Kita tunggu perbaikan sampai terompet malaikat Isrofil dibunyikan’.

“Kasihan. Warga sudah lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah ini. Makanya, warga akhirnya nekat menggelar aksi protes yang dituangkan dengan berbagai cara. Harapannya pemerintah segera memperbaiki,” tegasnya serius.

Baca Juga  Kapolsek Driyorejo Pantau Kegiatan Vaksininasi Covid-19 Dalam Rangka HUT Ciputra Ke 40

Sementara itu, Sekretaris Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, jalan penghubung dua kecamatan itu sudah pernah dibahas dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

Namun, DPU TR hanya menerjunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan penambalan. “Ditambal berkali-kali pun percuma akan rusak lagi,” kata Hamdi sembari menandaskan jika tahun ini memang ada rencana perbaikan besar-besaran di jalan itu.

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan