Delapan Tahun Berturut-Turut Jatim Raih SAKIP Predikat A

KOTA SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperoleh predikat A atau memuaskan dalam Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) untuk tahun 2021 yang diumumkan oleh KemenPAN-RB hari ini Selasa (5/4/2022).

Dengan mengantongi skor SAKIP sebesar 83,17 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 tercatat 82,38.  Pencapaian ini sekaligus menjadikan tahun ke delapan berturut-turut dimana Pemprov memboyong predikat A untuk hasil evaluasi SAKIP dengan skore yang terus mengalami peningkatan.

Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja (SAKIP) dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Instansi Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota Tahun 2021 tersebut dilakukan dalam acara SAKIP & RB Award 2021 yang dilakukan oleh MenPAN-RB yang diwakili oleh Sekretaris Menteri yaitu Rini Widyantini, S.H., M.H., di The Tribata Darmawangsa Jakarta, secara daring pagi ini, Selasa (5/4/2022). 

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Gubernur Khofifah Berlakukan Pemutihan Pajak

“Alhamdulillah, Jatim kembali mendapatkan predikat A yang berarti memuaskan untuk evaluasi SAKIP tahun 2021. Capaian ini telah diperoleh Jatim berturut-turut sejak tahun 2014 dengan skore yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa seluruh jajaran Pemprov Jatim konsisten dalam menerapkan sistem akuntabilitas dalam bekerja di segala lini,” tegas Khofifah, di Gedung Negara Grahadi. 

Sebagaimana diketahui, ada lima komponen penilaian SAKIP. Pertama adalah Perencanaan Kinerja (30%), menilai kualitas RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (PD) serta keselarasan dokumen perencanaan antar PD. 

Kemudian yang kedua Pengukuran Kinerja (25%), yang memuat penilaian kualitas Indikator Kinerja pada setiap level jabatan, metode pengukuran, dan pemanfaatannya sebagai dasar pemberian reward dan punishment kepada ASN.

Baca Juga  Forkopimda Jatim Dampingi KASAD Takziah di Rumah Korban Penyerangan KKB

Kemudian komponen yang ketiga adalah Pelaporan Kinerja (15%), yang menilai kualitas informasi atas capaian kinerja serta pemanfaatannya. Dan kemudian keempat Monitoring dan Evaluasi (10%) yang menilai evaluasi kinerja program. 

Berikan Komentar Anda