Progres proyek smelter Freeport di Gresik mencapai 8%

Progres proyek smelter Freeport di Gresik mencapai 8%

berita gresik – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan konstruksi smelter di Gresik telah dimulai seiring penandatanganan kerjasama dengan sejumlah pihak.

Head Corporate Communication PTFI Riza Pratama mengungkapkan saat ini perkembangan proyek mencapai 8%. PTFI pun terus melakukan konstruksi pasca sejumlah kerjasama pasca penandatangan Engineering Procurement Construction (EPC) dengan PT Chiyoda International Indonesia pada 15 Juli 2021 lalu.

“Progres terkini setelah tandatangan EPC kontrak dengan Chiyoda, secara paralel (menjalankan) aktivitas EPC tersebut, kita juga telah memulai pemasangan tiang pancang sejak 7 September lalu,” ujar Riza kepada Kontan, Selasa (2/11/2021).

Sementara itu, dalam keterangan resmi Freeport McMoran, pembangunan smelter ini diharapkan dapat selesai secepatnya pada tahun 2024 mendatang. “Bergantung pada potensi gangguan terkait pandemi,” ungkap laporan kuartal III 2021 FCX seperti dikutip Kontan, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga  KOLAK AYAM GRESIK ! ayam kok di kolak?

Akan tetapi, merujuk pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang terbit pada Desember 2018 lalu, smelter PTFI seharusnya selesai pada Desember 2023.

Sementara itu, merujuk keterangan resmi Freeport McMoran (FCX), produksi dari tambang Indonesia melalui PTFI hingga kuartal III 2021 untuk bijih tembaga mencapai 956 juta pon atau meningkat 76,05% year on year (yoy). Pada kuartal III 2020 lalu produksi bijih tembaga mencapai 543 juta pon.

Adapun, produksi emas hingga kuartal III 2021 mencapai 968 ribu ons atau terkerek 67,76% yoy dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebanyak 577 ribu ons.

Adapun, untuk penjualan bijih tembaga mencapai 946 juta pon atau naik 82,62% yoy. Pada kuartal III 2020 penjualan bijih tembaga sebesar 518 juta pon. Rata-rata harga yang dikenakan yakni US$ 4,21 per pon. Besaran ini meningkat dari rata-rata harga kuartal III 2020 yang sebesar US$ 2,79 per pon.

Baca Juga  Jelang Launching MPP, Utusan Kemenpan RB Diah Natalisa Kunjungi Gresik

Sementara penjualan emas mencapai 957 ribu ons atau naik 74,31% yoy dari yang sebelumnya sebesar 549 ribu ons. Rata-rata harga yang dikenakan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini sebesar US$ 1.780 per ons atau lebih rendah dari rata-rata 9 bulan pertama tahun 2020 yang sebesar US$ 1.810 per ons.

Freeport dalam keterangannya menjelaskan, kenaikan kinerja produksi di kuartal III 2021 ditopang oleh optimalisasi tambang bawah tanah. “Proyeksi akhir tahun akibat peningkatan produksi tambang bawah tanah (mencapai) 1,3 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas,” jelas Riza.

Sumber: kontan.co.id

Berikan Komentar Anda