Wagub Emil Apresiasi OJK Jatim Dorong UMKM Lewat Pemanfaatan Pasar Modal

Wagub Emil Apresiasi OJK Jatim Dorong UMKM Lewat Pemanfaatan Pasar Modal

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Kantor Regional (Kanreg) IV Jatim, yang sangat  inovatif dalam melihat peluang pasar modal dalam mendukung pembangunan daerah, utamanya melalui sektor UMKM.

“Karena selama ini kesannya pasar modal hanya bisa diakses oleh perusahaan besar. Padahal justru berkembang pesat saat ini adalah usaha menengah dan juga kecil yang memang membutuhkan dana,” ujar Emil pada kegiatan Focus Group Discussion (FDG) yang diselenggarakan oleh OJK Kanreg IV Wilayah Jawa Timur, di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (11/5).

Lebih lanjut Emil menambahkan, kebutuhan modal usaha bagi UMKM skala kecil dan menengah sangat besar, yakni ratusan juga hingga miliar. Menurutnya, kebutuhan ini dapat didukung dari pasar modal yang tentunya di bawah naungan serta ijin dari OJK.

“Kalau hanya mengandalkan perbankan saja maka opsinya terbatas. Mengandalkan tabungan sendiri pecah, celengan juga terbatas. Padahal banyak sekali orang yang punya tabungan celengan ingin memiliki bisnis, nah ini bisa ketemu melalui skema-skema seperti financial technology (fintech).

Baca Juga  Tunjungan Plaza 5 Surabaya Terbakar

“Fintech ini ada yang peer to peer lending (metode memberikan pinjaman uang kepada individu/bisnis), ada yang Securities lending,” kata Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga mengatakan, dengan adanya beberapa inovasi ini dapat memberikan kemudahan kesempatan untuk melakukan investasi dengan memiliki usaha dan pegangan surat berharga atau saham yang dapat ditransfer atau diperjual belikan secara resmi.

“Nah, ini adalah inovasi yang menurut saya sangat baik, yang dengan dukungan OJK, Insya Allah membuat ekosistem UMKM kita menjadi lebih baik,” kata Emil.

Saat ini, Jawa Timur memiliki 17 UMKM penerbit Securities Crowdfunding (SCF). Dimana, SCF sendiri merupakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya. 

Nantinya investor bisa membeli dan mendapatkan kepemilikan melalui Saham, surat bukti kepemilikan utang (Obligasi), atau surat tanda kepemilikan bersama (Sukuk). Saham dari usaha tersebut diperoleh sesuai dengan persentase terhadap nilai besaran kontribusinya.

Baca Juga  Perosotan Waterpark di Kenpark Surabaya Ambrol

“Tantangan saat ini yaitu bagaiamna landscape usaha, kalau kita mendesain pasar modal untuk perusahaan besar maka impactnya kurang ke Indonesia,” kata Emil.

Emil berharap, di sektor Crowdfunding, Jawa Timur tidak hanya menjadi penonton melainkan menjadi pelaku pasar modal. 

“Kita harus menjadi bursa. SCF ini mini bursa. Mereka bisa memperdagangkan sahamnya. Hari ini ada ekosistem sendiri, ada skema tanpa agunan. Kita berharap sinergis untuk mendorong majunya UMKM di Jatim,” kata Emil. 

Dikesempatan tersebut, Wagub Emil juga menambahkan diperlukan pula transformasi digital bagi para pelaku UMKM. Hal tersebut  saat ini juga terus dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim melalui program Milenial Job Center (MJC). Hingga saat ini, lanjut Emil, sudah lebih dari 4000 UMKM yang terbantu dengan adanya jasa konsulting yang disediakan oleh MJC. Diantaranya mulai desain kemasan hingga digital marketing.

Baca Juga  Ekspor Perdana Kopi Excelsa Wonosalam, Gubernur Khofifah Ajak Anak Muda Jatim Kembangkan Bisnis Kopi

“Selain itu yang kedua adalah core competency, lalu yang ketiga ialah finance technology. Ketiganya sudah kami lakukan di Jawa Timur mulai 2019. Kami berterimakasih kepada OJK, karena sudah tancap gas untuk mempercepat progres crowdfunding (urun dana),” kata Emil.

Kepala OJK Regional IV Jatim Bambang Mukti Riyadi menambahkan, FGD kali ini ialah menekankan peran pasar modal sebagai sebuah sarana untuk pembiayaan daerah.

“Kita diajak untu berpikir selalu menyampaikan semboyan ‘Jatim Bangkit’ untuk pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Yang kita diskusikan adalah bagimana cara pemanfaatannya karena pasar modal relatif belum dikena,” kata Kepala OJK Jatim.

“Saya berharap setelah ini ada permintaan-permintaan pasar modal untuk mendorong UMKM, maupun pembahasan terkait pembiayaan proyek Pemerintah Provinsi non APBN dan non APBD,” imbuhnya. (Red)

Berikan Komentar Anda
error: Content is protected !!