Dengan kurikulum yang baru diharapakan anak didik lebih progresif, yang siap menghadapi tantangan dimasa kini dengan melihat situasi dimasa datang, mengikuti perkembangan jaman dimana Transformasi Digital yang akselerasinya luar biasa, untuk itu mari kita siapkan generasi kita dengan didorong kurikulum Digitalisasi Pendidikan,”jelasnya.
Gresik Kota santri, Kegiatan tahfidz, Pondok Ramadhan dan Kegiatan yang bersifat keagamaan lainnya harus terus dibangun dan digaungkan hal ini untuk tetap menjaga kearifan lokal dan melestarikan budaya kota santri, mudah-mudahan dengan adanya kurikulum baru generasi muda Kabupaten Gresik siap menghadapi tantangan dimasa depan,” tutup Gus Yani.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto menjelaskan setelah melakukan pemetaan Dinas pendidikan akan menindaklanjuti problem sarana prasarana pendidikan yang terjadi di Sekolah.
Menurutnya jika mengandalkan anggaran dari APBD maupun APBN yang nilainya hanya 30 sampai 35 miliar maka akan membutuhkan waktu 11 hingga 12 tahun untuk mengatasi masalah tersebut,”katanya.
Untuk itu Dinas Pendidikan Berkolaborasi dan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) dengan dukungan penuh Bupati Gresik Dinas Pendidikan harus menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan kedepan,”tegas Hariyanto.
Menyinggung launching yang dilakukan saat ini, pihaknya mengakui itu merupakan hal yang sederhana, namun turut menentukan masa depan generasi muda Gresik, Untuk itu Dinas Pendidikan bertanggung jawab dan bisa menjadi motor untuk menggerakkan ini. Karena ini amanat Undang-Undang Republik Indonesia,”




