
Grissee Running Festival 2026 kembali digelar dan sukses menarik antusiasme ribuan pelari dari berbagai daerah. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, event lari yang digagas komunitas Indorunners Gresik ini semakin berkembang dan menjadi ajang sport tourism kebanggaan Kota Gresik.
Ketua panitia menyampaikan, ide penyelenggaraan GRF berawal dari perayaan ulang tahun ke-11 Indorunners Gresik. Dari momentum tersebut, komunitas lari tersebut ingin menghadirkan event tahunan yang mampu mengenalkan Gresik ke tingkat nasional melalui olahraga lari, Minggu (10/5/2026).
“Tahun ini adalah tahun kedua GRF. Kami ingin menjadikan event ini agenda tahunan sekaligus mengenalkan Gresik lebih luas lewat olahraga,” ujarnya.
Mengusung tema “From the Heritage to Finish Line”, GRF 2026 memadukan olahraga dengan wisata budaya khas Kota Gresik. Salah satu daya tarik utama event ini adalah pengenalan damar kurung dan kawasan kota lama kepada para peserta, khususnya pelari dari luar daerah.
Jumlah peserta pun mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun lalu diikuti sekitar 600 pelari, tahun ini GRF berhasil menghadirkan sekitar 1.200 peserta. Para pelari mengikuti dua kategori lomba yakni 5K dan 10K.
Tak hanya diikuti warga lokal, event ini juga diramaikan komunitas lari dari berbagai daerah seperti Surabaya, Lamongan, hingga Pasuruan. Beberapa atlet nasional juga turut hadir dan berhasil meraih podium juara.
Dampak positif GRF 2026 turut dirasakan sektor ekonomi lokal. Hotel dan penginapan di sekitar venue dilaporkan penuh selama event berlangsung. Selain itu, para pedagang kuliner dan pelaku UMKM juga merasakan peningkatan pengunjung.
Panitia juga menyediakan open booth UMKM untuk mendukung keterlibatan masyarakat lokal selama acara berlangsung.
Dalam menjaga keamanan dan kenyamanan peserta, panitia mengerahkan sekitar 100 marshal yang dibantu pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan. Pengamanan dilakukan di sepanjang rute lomba, terutama pada titik-titik ramai seperti Jalan Usman Sadar dan kawasan Pasar Gresik.
“Tantangan terbesar tahun ini karena peserta mencapai lebih dari seribu orang. Kami khawatir terjadi kemacetan saat race berlangsung, terutama di jalur yang padat aktivitas masyarakat,” jelas panitia.
Melalui event ini, panitia berharap masyarakat Gresik semakin mencintai olahraga, khususnya lari, dan menjadikannya sebagai aktivitas yang menyenangkan sekaligus rutinitas sehat.
“Jadikan olahraga sebagai kewajiban. Lama-lama olahraga akan menjadi rutinitas,” pesannya.
Ke depan, GRF diharapkan dapat terus berkembang menjadi event tahunan berskala lebih besar. Panitia bahkan berharap kategori half marathon bisa diwujudkan pada penyelenggaraan mendatang dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah daerah.
Sementara itu, respon peserta terhadap pelaksanaan GRF 2026 terbilang sangat positif. Banyak peserta menyebut event ini sebagai salah satu event lari terbaik di Gresik. Panitia pun menargetkan evaluasi untuk tahun depan, terutama agar lintasan lomba bisa lebih steril demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pelari.





