Ingatkan Pulau Bawean Rentan Penularan HIV/AIDS, Wabup Gresik Minta Penderita Tidak Dikucilkan

Ingatkan Pulau Bawean Rentan Penularan HIV/AIDS, Wabup Gresik Minta Penderita Tidak Dikucilkan

Gresik – Dibandingkan Covid-19 yang kini masih melanda, HIV/AIDS lebih berbahaya karena belum ada obatnya. Terlebih di Pulau Bawean yang selalu terbuka karena masyarakatnya sering bepergian pulang-pergi bahkan sampai ke luar negeri, maka sangat rentan menjadi penyebaran virus penyerang imunitas manusia ini.

Hal itu dipaparkan Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah saat menggelar sosialisasi ancaman penularan HIV/AIDS di Pulau Bawean, Kamis (18/11/2021). Sosialisasi itu sebagai peringatan dan antisipasi, terutama untuk generasi muda agar mengetahui bahaya HIV/AIDS.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka kunjungan kerja Wabup Gresik di Pulau Bawean. Bertempat di Gedung Fatayat NU Kecamatan Sangkapura, wabup mengawali kegiatan dengan membuka kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik.

Baca Juga  Bocah 4 Tahun di Gresik Tewas Terbakar di Loteng Rumah Tetangganya

Kegiatan ini mengundang berbagai elemen dari masyarakat, baik dalam bidang kemasyarakatan, keagamaan serta pelajar. Tujuan mengenalkan HIV/AIDS kepada masyarakat dan mahasiswa sebagai generasi muda bangsa, adalah agar memahami resikonya jika orang telah terkena penyakit tersebut.

Selanjutnya, masyarakat bisa menemukan pencegahan agar terhindar dan menjauhi HIV/AIDS. “Dengan berbagai kondisi tersebut, maka sosialisasi ini penting dilakukan kepada masyarakat agar semua paham dan mengerti apa itu HIV/AIDS dan bagaimana menghindarinya. Sosialisasi ini penting untuk dilakukan di Bawean maupun di Kecamatan lain yang ada di Kabupaten Gresik,” terang wabup yang disapa Bu Min itu.

Wabup perempuan pertama di Gresik ini mengungkapkan, Pulau Bawean tetap memiliki kerentanan terhadap HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan Pulau Bawean sangat terbuka lewat transportasi lautnya, serta banyak masyarakatnya yang kerap bepergian dan bekerja di luar wilayah bahkan luar negeri.

Baca Juga  Produk UMKM Pengolahan Ikan Bandeng Warga Mengare Gresik Kantongi Sertifikat HACCP

Bu Min menitip pesan bahwa penderita HIV/AIDS tidak boleh dikucilkan masyarakat, sebaliknya harus dirangkul untuk diberi motivasi agar selalu berpikiran positif sehingga bisa menuju kesembuhan. “Lingkungan masyarakat, organisasi di desa, baik RT ataupun RW, semua harus memberikan dukungan agar bisa menjadi sembuh,” pesannya.

Sekretaris KPA Kabupaten Gresik, Indah Sofiyana yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini menjelaskan, bahwa Kabupaten Gresik memiliki target bahwa pada 2030 bisa nihil dari kasus HIV/AIDS. “Salah satu langkahnya adalah dengan gencarnya sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar,” kata Indah.

Sumber: Tribunnews

Berikan Komentar Anda