
Dalam kesempatan ini disinggung juga sejarah panjang Kota Gresik hingga dijuluki sebagai kota saudagar. Tentang salah satu pendahulu Gresik yaitu Nyai Ageng Pinatih yang terkenal sebagai Syahbandar perempuan luar biasa yang saat ini digambarkan lahir kembali oleh Bupati Yani sebagai Ibu Wakil Bupati Gresik yang memiliki arti bahwa masalah keperempuanan di Gresik sudah selesai sejak dahulu.
Bupati Yani juga menggambarkan bagaimana perbedaan dan kemajemukan bukan merupakan hal yang asing dalam masyarakat Kabupaten Gresik.
“Fenomena ini dapat kita lihat Ketika kita mengunjungi Alun-Alun Gresik yang dikelilingi oleh 3 tempat ibadah sekaligus, ada Masjid, ada Gereja dan ada Kelenteng yang memiliki jarak tidak begitu jauh antara satu dengan yang lainnya. Kerukunan ini semoga tetap terjaga dan terus menjadi simpul kebangsaan dan simpul persatuan di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.
“Di usianya ke 48 tahun, pemerintah kabupaten Gresik, seperti manusia dewasa yang matang, penuh dengan kebijaksanaan.
Untuk itu, bersamaan dengan tahun ke-2 saya Bersama Bu Min (panggilan akrab Wakil Bupati Gresik), berharap mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Gresik untuk bersama-sama memajukan kota yang kita cintai ini.
Dan semoga berkah dari doa para Wali, Tokoh agama, masyarakat, dan seluruh warga Gresik, bisa mewujudkan Gresik Baru, Gresik yang ramah bagi warganya, Gresik yang nyaman untuk ditinggali dan memakmurkan warganya,” sambungnya.
Disela-sela kegiatan upacara ini, Bupati Gresik juga melakukan penandatanganan MoU dengan Danone-Aqua tentang pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Gresik.
Selain itu, diberikan pula penghargaan kepada beberapa sekolah dan pesantren yang menerima penghargaan Adiwiyata, Pelestari lingkungan hidup, dan Ecopesantren Kabupaten Gresik.




