Jalan Putri Cempo Gresik kian Memprihatinkan, Dewan Pesimis Revitalisasi Selesai Tepat Waktu

Perencanaan revitalisasi pun berubah. Jika awalnya direncanakan dan sudah dibangun plengsengan. Tapi, plengsengan penahan longsor sudah ambrol. Akibatnya, badan jalan terus tergerus dan makin parah.

“Rencananya akan menggunakan gronjong yang dipasang teras tering,” terang Wawan.

Itupun, masih harus memakan tanah milik pengembang yang tanahnya berbatasan dengan tebing di Jalan Putri Cempo.

Menurut pengakuan Wawan kepada rombongan Komisi III DPRD Gresik, bahwa, Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji sudah melakukan rapat dengan pengembang.

Pengembang bersedia melepaskan tanahnya untuk gronjong penahan longsor,”ucap dia.

Asroin mengaku pesimis ada rekanan yang berminat mengikuti lelang. Sebab, waktunya sangat mepet ditambah menjelang musim penghujan. Praktis, pemborong akan berpikir ulang untuk mengerjakannnya.

Baca Juga  Kunjungan Kerja Kapolres Gresik ke Kawasan PT JIIPE

“Karena pasti akan longsor lagi terkena air hujan. Apalagi, saluran pembuangan air di bahu jalan tidak jelas,” timpal politisi PKB tersebut.

Usai mendengar dan melihat sendiri kendala di lapangan, pihaknya akan memanggil seluruh pihak terkait jalan tersebut.

Termasuk pengembang yang rencananya membangun perumahan dan apartemen di bawah tebing Jalan Putri Cempo. Sehingga, ada kejelasan sharing antara pemerintah dengan pihak swasta.

“Supaya semuanya jelas, nanti akan kita panggil lagi di komisi,” tutupnya.