
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menambahkan, kasus Stunting dan Obesitas menurut prevelansi survey 23 persen dibawah Jatim 23,5 persen. Dalam mencegah Stunting memang harus secara bersama sama dengan Stakeholder, pencegahan harus dimulai dari remaja putrinya dimana seorang ibu nantinya sudah menikah dan sudah mengalami masa kehamilan maka anak yang dilahirkan akan sehat dan bergizi.
Apresiasi setinggi tingginya kepada SD Irada pada peringatan hari gizi Nasional ini dalam kondisi Pandemi Covid-19 dengan adanya lomba Master Chef tidak sekedar lomba namun akan memberikan edukasi pentingnya makan makanan bergizi juga akan menambah imun ibu dan anak dalam mengahadapi Pandemi Covid-19 mudah-mudahan nanti akan menghasilkan siswa siswi yang Sholeh Cerdas dan Terampil,” ungkapnya.
Sementara itu Ustadz Muhammad Shobirin (Kepala Sekolah SD IRADA) mengatakan, dalam memperingati Hari Gizi Nasional tahun 2022 kali bertepatan dengan usia SD Irada yang ke 13 telah mengadakan Cooking Class yang diikuti oleh 27 tim dari Wali Murid Siswa Siswi SD Irada.
Pihaknya merasa tersanjung dan senang sekali atas kehadiran Pemerintah Kabupaten Gresik di acara lomba memasak dalam peringatan hari gizi nasional sekaligus Ulang Tahun ke 13 SD Irada dimana sebanyak 330 Trofi dan medali telah diraih mulai dari tingkat Kecamatan sampai Nasional bahkan Internasional,” tambahnya.
Dalam Peringatan hari Gizi ini selain penilaian mudah mudahan memberikan edukasi kepada wali murid dimana cara memberikan makan makanan yang bergizi kepada anak anaknya untuk mencegah Stunting dan obesitas anak di Kabupaten Gresik,” tutup ustadz Shobirin.
Tampak Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Haryanto, Camat Kebomas Yusuf Anshori, Kepala UPT Puskesmas Kebomas dr. Dyan Eka Puspitasari, Kasubag Kopim Bagian Proktokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Gresik Abdul Manan.




