Menko Perekonomian dan Menperin Lakukan Groundbreaking Perluasan Pabrik Smelter di Gresik

Menko Perekonomian dan Menperin Lakukan Groundbreaking Perluasan Pabrik Smelter di Gresik

Dengan pembangunan ekspansi pabrik kali ini, berarti PT Smelting telah empat kali
melakukan peningkatan kapasitas produksi. Tahap pertama, kapasitas produksi katoda tembaga hanya 200 ton per tahun. Pada tahun 1999, ekspansi pertama dilakukan dengan menambah kapasitas produksi katoda tembaga menjadi 255 ton per tahun.

Berikutnya, tahun 2001 ditingkatkan lagi menjadi 270 ton. Ekspansi ketiga tahun 2009 menjadi 300 ton per tahun. Dengan pembangunan pabrik baru ini, PT Smelting yang semula hanya mengolah 1 juta ton
konsentrat tembaga per tahun, akan meningkat menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun.

“PT Smelting terus berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap negeri kita tercinta.Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, tentu akan makin mengokohkan Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga dunia,” tegas Wawan.

Baca Juga  Menilik Pos Pelayanan Nataru Kampung Kemasan Polres Gresik

Selain itu, selama ini PT Smelting juga terus meningkatkan kontribusi langsung ke masyarakat sekitar pabrik melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). PT Smelting selalu menjadi penyumbang utama surplus perdagangan Jawa Timur maupun nasional.

Diketahui, PT Smelting Perusahaan pengolah tembaga yang pertama di Indonesia ini berdiri tahun 1996. Smelter tembaga dengan teknologi smelter terbaik di dunia ini mayoritas sahamnya dimiliki Mitsubishi Materials Corporation (MMC) Jepang. Sebagian saham dimiliki PT Freeport Indonesia (PTFI).

Selain memproduksi katoda tembaga LME Grade A, PT Smelting juga menghasilkan produk lainnya seperti asam sulfat untuk bahan baku pabrik pupuk Petrokimia Gresik, terak tembaga untuk bahan baku industri semen dan gypsum untuk bahan baku industri semen.

Baca Juga  Satpolairud Gresik Cek Kondisi Kapal dan Bagikan Masker di Pelabuhan

Dalam penggunaannya, Katoda tembaga kemudian di proses lebih lanjut menjadi Menjadi produk kawat/kabel (wire rod), batang tembaga (copper rod), dan berbagai jenis produk berbasis tembaga. Sebagian besar produk katoda tembaga PT Smelting diekspor sehingga menjadi penyumbang devisa negara.