Pemkab Gresik Mengerahkan 17 alat berat keruk Kali Lamong

  • Bagikan
Pemkab Gresik Mengerahkan 17 alat berat keruk Kali Lamong

Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik(Pemkab Gresik), Jawa Timur mengerahkan sebanyak 17 alat berat berupa ekskavator atau bego untuk melakukan pengerukan Sungai Kali Lamong, agar banjir akibat luapan sungai itu tidak meluas.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Endoong Wahyukuncoro di Gresik, Senin mengatakan alat berat tersebut dikerahkan dan diletakkan di sepanjang Kali Lamong, tujuannya untuk mengangkat sedimentasi sungai.

“Kami lakukan pengerukan karena kondisi banjir yang sudah mereda, hal ini membuat pengerukan semakin kami gencarkan di beberapa titik, mulai dari Kecamatan Balongpanggang hingga Kecamatan Cerme,” kata Endoong.

Ia menjelaskan, 17 alat berat itu terbagi di beberapa titik, di antaranya delapan di titik nol dari Jembatan Bulangkulon ke arah Balongpanggang, seluruhnya dikerjakan oleh rekanan dengan nilai kontrak Rp1,1 miliar.

Baca Juga  Mengenang Dominasi Valentino Rossi di Balapan 125cc 1997

Namun, sebagian dikerjakan secara swakelola, yakni di titik nol dari Jembatan Bulangkulon ke arah Benjeng dengan mengerahkan empat alat berat milik DPUTR Gresik.

“Alat berat yang baru didatangkan sebanyak 2 bego long up dan 1 kecil, penempatannya ada di Wotansari Balongpanggang sebanyak 1 long up, kemudian di Morowudi 2 bego baru, 1 alat berat long up dan 1 ekskavator kecil. Ini dapat pinjaman dua dari Surabaya dengan penempatan di Morowudi,” katanya.

Sebelumnya, banjir yang melanda Kabupaten Gresik akibat luapan Kali Lamong meluas ke empat kecamatan, dari awalnya hanya tiga kecamatan masing-masing Benjeng, Balongpanggang, Kedamean, kini hingga ke Kecamatan Cerme.

Camat Cerme Suyono menyebut wilayahnya yang terdampak banjir luapan Kali Lamong ada tiga desa, yakni Dadapkuning, Sukoanyar, dan Ngembung.

Baca Juga  4 Target Utama Dalam OPS Patuh Semeru di Polsek Ujung Pangkah

“Banjir bergeser dari Balongpanggang dan Benjeng menuju Cerme, dan ada tiga desa terdampak banjir luapan Kali Lamong,” ucap, Suyono yang pernah menjabat Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik tersebut.

Suyono mengaku juga telah mengerahkan tiga alat berat untuk melakukan pengerukan Kali Lamong di wilayah Kecamatan Cerme, dan ditempatkan di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme.

“Tiga ekskavator atau alat berat itu dua dari Pemkab Gresik dan satu bantuan dari Surabaya, tujuannya untuk normalisasi Kali Lamong kali besar di Jembatan Morowudi agar memperlancar aliran air dari Balongpanggang dan Benjeng,” katanya.

Sumber: Antaranews

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan