Sejarah Desa Banyuwangi Gresik

  • Bagikan
Sejarah Desa Banyuwangi Gresik
Pintu Gapura Desa Banyuwangi (Pecuk) Manyar Kabupaten Gresik

Sejarah – Banyuwangi adalah nama sebuah desa yang berada di kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di Desa Banyuwangi terdapat salah satu sentra industri jilbab.

Dibalik Nama Banyuwangi yang hampir sama dengan sebuah kabupaten di selatan Jawa Timur. Ada sebuah kisah unik nama tersebut, Gresspedia melansir ulang dari situs Pemdes Banyuwangi Gresik.

Desa Banyuwangi dahulu bernama  DEN ALIM kemudian di tengah-tengah wilayah Desa ada sebuah sumur (Jublangan) yang airnya agak wangi, maka singkat cerita desa yang dahulu bernama DEN ALIM.

Kemudian diganti nama DESA BANYUWANGI, penggantian nama Desa tersebut ada pada masa Wali Songo dan yang mengganti nama Desa tersebut adalah Bapak H. Nur Salim sebagai Tokoh Terkemuka di Desa tersebut.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gresik Vaksinasi Door To Door Datangi Warga

Kemudian sampai sekarang nama Desa Banyuwangi lebih terkenal nama PECUK dikalangan warga Kabupaten Gresik, dikarenakan pada waktu itu banyak nelayan yang mencari ikan di wilayah Desa Banyuwangi dan di daerah pesisir sungai banyak burung pecuk, maka untuk lebih mudah di ingatnya para nelayan tersebut menamai Pecuk sebagai tempat mencari ikan dan beristirahat.

Maka nama PECUK hanyalah sebagi julukan untuk Desa Banyuwangi Gresik. Maka kalau diambil kesimpulan bahwasannya nama BANYUWANGI itu dahulu ada daripada nama PECUK.

Kemudian nama BANYUTAMI pada waktu itu masih tidak ada penduduknya, kemudian pada masa Wali Songo, salah satu Wali Songo berhenti di BANYUTAMI untuk minum karena tidak ada sumur maka salah satu Wali Songo di Gresik tersebut menancapkan tongkatnya untuk mencari titik air sampai 9 kali dan dari penancapan tongkat yang pertama sampai kesembilan tersebut airnya tetap tidak asin dan juga tidak wangi, maka singkat cerita Daerah tersebut dinamai Desa Banyutami.         

Baca Juga  VIRAL UFO Muncul Di Gresik Bulan Ini

Dan sampai sekarang sumur tersebut masih digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari (Tidak untuk minum) dikarenakan air tersebut mengandung belerang, dan konon ada yang mempercayai bahwa sumber air tersebut bisa digunakan untuk obat.  

Sumber: Situs Pemdes Banyuwangi

Berikan Komentar Anda
  • Bagikan