Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Namun upaya tersebut kurang berhasil sehingga pada tanggal 20 Mei 1908 di adakan rapat bertempat di jalan Abdulrahman Saleh 26 Jakarta terbentuklah organisasi tersebut yang dinamai dengan Budi Utomo dan diketuai oleh Soetomo. Sebagai organisasi nasional pertama di Indonesia, organisasi Budi Utomo mempunyai peran penting dalam terciptanya organisasi-organisasi pergerakan lainnya.

Akan tetapi organisasi Budi Utomo yang menyebabkan berlangsungnya perubahan -perubahan politik yang ada di indonesia pada saat itu. Organisasi Budi Utomo memiliki tujuan yaitu “Kemajuan Bagi Hindia-Belanda”.

Organisasi tersebut menyebar sampai ke seluruh pulau jawa. Organisasi Budi Utomo telah memiliki 650 anggota yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bogor dan masih banyak lagi di area Jawa. Bahkan anggota yang bukan mahasiswa pun turut serta menjadi anggota organisasi tersebut. setelah Organisasi Budi Utomo, banyak bermunculan organisasi- organisasi yang berperan penting yang berhubungan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Baca Juga  Peringatan dini cuaca ekstrim Jawa Timur 16-18 Oktober 2020

Salah satunya adalah Sarekat Dagang Islam atau SI yang masuk dalam sejarah organisasi islam di indonesia. Lahirnya organisasi Sarekat Dagang Islam berawal dari adanya kesadaran rakyat Indonesia sendiri yang hidup dalam kekangan kaum imperalisme yang ketika itu melahirkan strata masyarakat menjadi tiga golongan antara lain golongan pertama kaum Indo Belanda, bangsa Eropa.

Kedua yaitu kaum perantauan Timur Asing (Cina,Arab,India) dan yang ketiga bangsa Hindia –Belanda atau kaum pribumi Indonesia. melihat bahwa menjadi orang strata ketiga di tanahnya sendiri membuat kaum pedagang indonesia bangkit untuk memberdayakan kaumnya. Pada saat itu perdagangan di dominasi oleh kaum strata 2 yakni pedagang china, Arab dan India.

Baca Juga  Chat di Facebook Messenger Kini Bisa Dikunci Pakai Face ID

Mereka diberikan hak hak khusus dan perlakuan yang istimewa sedangkan pedagang pribumi sendiri menjadi budak dan buruh kasar. Dari latar belakang di atas muncullah kesadaran akan ketereliminasian umat dari segi ekonomi, Maka kaum pedagang muslimin bangkit dan memutuskan untuk memajukan perekonomian mereka. M.A. Ghani adalah mantan dari ketua umum Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam.

Beliau menyebutkan bahwa tujuan dari perjuangan organisasi SDI (Sarekat Dagang Islam) adalah Upaya memperbaiki nasib rakyat dalam bidang sosial ekonomi. Mempersatukan para pedagang batik agar dapat bersaing dengan pedagang dari keturunan China, kehendak mempertinggi derajat dan martabat bangsa pribumi, mengembangkan serta memajukan pendidikan dan agama islam adalah keinginannya.

Hampir sama seperti organisasi Budi Utomo, organisasi SDI yang awalnya hanya berfokus pada bidang ekonomi tidak menutup kemungkinan membutuhkan peran politik di dalamnya. Hal ini dipertegas lagi lewat kongres kongres yang diadakan oleh HOS Tjokroaminoto dan Abdul Muis salah satu tokoh Budi Utomo yang mengubah SI menjadi CSI (Central Sarekat Islam).

Baca Juga  Kasi Intel Kejari Gresik Dapat Piagam Penghargaan

Pada tahun 1948 Soekarno selaku presiden pertama Republik Indonesia memutuskan untuk menetapkan hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal 20 Mei.

Hal tersebut di putuskan atas dasar berdirinya organisasi Budi Utomo yang sudah membawa peran penting untuk membakar semangat para pemuda untuk bangkit melawan penajajah dari segi ekonomi, sosial, dan Politik.

Dengan persatuan dan tekad yang kuat dan pada akhirnya membawa negara Indonesia menuju kemerdekaan yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan indonesia.