Sejarah Tiwul khas Jawa, Makanan Pengganti Nasi karena Harga Beras Mahal

Warsem (45), salah satu warga Dusun Wanarta, Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Banyumas, Jawa Tengah menjemur singkong sebagai bahan dasar tiwul dan oyek, Minggu (5/8/2018).(KOMPAS.com/Iqbal Fahmi)

Saat ini, tiwul lebih populer sebagai camilan yang disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah.

Tak itu saja, ada banyak variasi penyajian tiwul dan aneka bahan pelengkap yang bisa ditambahkan. Mulai dari ketan hitam, jagung rebus pipilan, sampai singkong rebus yang diserut.

Kandungan gizi tiwul


Tiwul bisa jadi pengganti nasi karena kandungan karbohidrat tiwul tak kalah dari beras sehingga bisa menggantikan beras sepenuhnya.

“Beras punya kandungan lain selain karbohidrat, seperti vitamin B1. Namun, makan beragam jenis pangan, bukan hanya satu macam makanan lebih baik bagi tubuh kita.

Misalnya, tidak selalu makan nasi, tetapi bisa diganti dengan singkong atau jagung,” kata Kepala Program Studi Agribisnis Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Solo Kusnandar.

Baca Juga  Putusan Aanmaning Pengadilan Negeri Gresik Perintahkan Mantan Pegawai PT Smelting Bayar Hutang

Maka dari itu tiwul perlu dilengkapi dengan lauk-pauk dan sayur lain yang bergizi, yang bisa bersumber dari pangan lokal.

Sayangnya, tiwul dan aneka pangan lokal lain yang bisa jadi alternatif pengganti beras seperti sagu dan jagung, seringkali dipersepsikan salah sebagai pangan orang yang kekurangan.

Dilansir dari : Kompas.com