
Dalam kesempatan itu Bu Min memberikan bantuan sembako dan bantuan uang tunai kepada tiga bersaudara didampingi oleh Muslich Lurah Pekelingan.
“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini tadi bisa bermanfaat bagi ketiga bersaudara pak waras sekeluarga, dan kelurahan juga agar memperhatikan dan mengupayakan bantuan bagi warganya yang kurang mampu” pungkas Wabup.
Untuk diketahui tiga bersaudara yang tinggal di rumah kecil tersebut adalah warga asli kelurahan pekelingan dan bukan pendatang.
Saudara pertama bernama Waras usia 70 tahun dan dalam kondisi sakit. Waras terlihat hanya bisa berbaring lemah di sudut pojok rumahnya dengan beralaskan kasur di lantai.
Tubuhnya yang tua rentah sudah sangat susah digerakkan, matanya buta dan pendengarannya sudah terganggu. Seminggu sekali ada petugas kesehatan dari puskesmas yang memeriksa kondisinya.
Saudara nomer dua bernama Chamim berusia 62 tahun juga sudah tidak bisa bekerja dan tidak punya pekerjaan. Kedua matanya terserang katarak sehingga pengelihatannya sudah tidak sempurna lagi.
Meski sudah dilakukan operasi katarak satu kali namun mengalami kesulitan pengelihatan dan usia yang tak lagi muda hanya bisa berdiam diri di rumah. Meski dulu pernah bekerja di sebuah perusahaan songkok di daerah kroman sebagai tukang gosok kopyah.
Saudara nomer tiga Bernama Siti Chotijah berusia 53 tahun, perempuan satu – satunya ini juga menderita katarak. Dan sudah melakukan operasi dua kali namun penglihatannya masih kabur dan tidak sempurna lagi. Hanya bisa berdiam diri dirumah sambil menunggu uluran tangan para donatur. Dapat bantuan BAZNAS Gresik sejak setelah hari raya tahun kemarin, Bantuan saat pandemic covid 3 kali dan belum masuk daftar bantuan BPNT dan PKH.




