‘BAJINGAN’, Pergeseran Makna dari Profesi Jadi Kata Maki

Lukisan digital tentang gerobak pedati sapi di Jawa. (NIRBAYA ART GALLERY)

Meski awalnya merupakan nama profesi yang mulia, istilah tersebut kemudian berubah menjadi kata umpatan atau makian karena kerap mengecewakan para calon penumpang. Setelah berkembangnya teknologi dan alat transportasi di Indonesia, banyak masyarakat yang kemudian beralih pada alat transportasi yang lain. Hal ini juga menyebabkan semakin langkanya profesi bajingan di wilayah Jawa.

Bersamaan dengan itu, penempatan kata ‘bajingan’ dalam kehidupan sehari-hari, kini telah menjadi tabu dan cenderung negatif. Meskipun tidak dapat dipungkiri, istilah bajingan juga sudah semakin jarang digunakan di luar wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Perubahan zaman telah memengaruhi kehidupan anak muda. Para millenials akan lebih akrab dengan kata ‘anjay’ atau ‘anjir’.

Sumber artikel : National Geographic Indonesia