Benarkah Daun Tomat Beracun Bila Dikonsumsi Manusia?

Benarkah Daun Tomat Beracun Bila Dikonsumsi Manusia?

Health – Selama ini, masyarakat hanya mengonsumsi tomat tanpa melirik daunnya sama sekali.

Pernahkah Grestizen berpikir, mengapa kita tidak mengonsumsi daun tomat?

Ternyata, ada banyak orang yang meyakini bahwa daun tomat beracun untuk dikonsumsi.

Melansir Gardenbetty, berikut beberapa penjelasan mengenai keamanan daun tomat yang kerap jadi perdebatan:

Disebut beracun karena masuk keluarga nightshades

Tomat diketahui merupakan keluarga Solanaceae seperti cabai, terong, dan masih banyak lagi.

Namun, masyarakat banyak mengelompokkan keluarga Solanaceae ini lebih umum lagi, masuk keluarga nightshade.

Pada keluarga nightshades tak hanya berisi tomat, kentang, paprika, dan terong, namun juga termasuk beberapa tanaman beracun seperti hemlock, oleander, foxglove, dan larkspur.

Kelompok nightshades beracun tersebut kerap disebut belladonna.

Meski berkerabat, tomat, kentang, terong, paprika dan cabai tidak mengandung senyawa beracun seperti belladonna.

Baca Juga  Manfaat Buah Salak yang Mungkin Belum Diketahui

Ternyata, asal muasal orang menganggap daun tomat bisa beracun lantaran sebelum ada budidaya tanaman dan persilangan modern, tomat berbentuk kecil-kecil dan mirip dengan belladonna berry yang beracun.

Jadi, meski tomat termasuk keluarga nightshades, tapi tomat dan daunnya tidak beracun ya.

Diduga mengandung alkaloid yang beracun

Mitos seputar tomat dan daunnya yang beracun adalah karena mengandung alkaloid.

Padahal, semua sayuran yang aman dikonsumsi mengandung senyawa alkaloid.

Alkaloid adalah bagian dari mekanisme pertahanan tanaman untuk melindungi dari hewan, serangga, jamur, virus, dan bakteri tertentu.

Meski begitu, kandungan alkaloid pada sayuran relatif rendah sehingga aman dikonsumsi.

Kandungan alkaloid pada sayuran sangat jauh berbeda dengan alkaloid yang ada pada tembakau.

Glikolakaloid pada daun tomat

Baca Juga  7 Kebiasaan yang Bikin Sakit Pinggang

Tomat mengandung glikoalkaloid dengan nama tomatine.

Tomatine ada di semua bagian hijau tanaman, termasuk batang, daun, dan tomat belum matang yang masih berwarna hijau.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa konsentrasi tomatine tertinggi ditemukan pada daun tua, diikuti oleh batang, daun segar, kelopak, buah hijau, dan akhirnya, akar.

Glikoalkaloid diserap buruk oleh saluran pencernaan pada mamalia.

Bagi yang sensitif terhadap senyawa ini maka bisa menyebabkan iritasi lambung.

Meski begitu, belum ada penelitian yang menunjukkan daun tomat bisa beracun untuk manusia.

Diduga, efek beracun ini bisa terasa bila mengonsumsi 1 pon daun tomat.

Menurut studi keamanan pangan tomatine adalah glikoalkaloid yang relatif jinak. Hasilnya tidak ada perubahan signifikan pada berat hati atau berat badan saat diberikan kepada tikus, dan tidak dianggap merugikan kesehatan manusia .

Baca Juga  Khasiat Grapeseed Oil, Bisa Obati Jerawat Hingga Samarkan Tanda Penuaan

Studi lain menunjukkan daun tomat dan batang tomat memiliki aktivitas antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi (mikronutrien nabati yang membantu melawan penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan) daripada buah tomat.

Yang paling mengejutkan adalah ditemukannya tomatine sebagai penghambat kanker.

Glikoalkaloid telah ditemukan secara efektif membunuh atau menekan pertumbuhan sel kanker payudara, usus besar, hati, dan perut manusia.

Itulah dia polemik mengenai dampak daun tomat untuk kesehatan.

Memang benar ada beberapa senyawa yang bisa mengganggu tuk mamalia, namun belum ada laporan bisa meracuni manusia.

Meski begitu, kita perlu bijak menyajikan makanan untuk keluarga ya, Grestizen. Pastikan yang benar-benar sehat dan pasti aman.

Artikel ini terbit di : Nakita