Fenomena “Blue Moon” pada 22 Agustus, Benarkah Bulan Jadi Biru?

Bulan Biru Bulanan

Bulan Biru Bulanan atau Monthly Blue Moon, adalah Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang didalamnya terjadi dua kali purnama.

Bulan Biru Bulanan juga terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali. Sebelumnya pernah terjadi pada 31 Juli 2015 dan 31 Januari 2018.

Bulan Biru Bulanan juga terjadi setiap dua atau tiga tahun sekali.

Sebelumnya penah terjadi pada 31 Juli 2015 dan 31 Januari 2018. Fenomena ini akan terjadi lagi pada 31 Agustus 2023 dan 31 Mei 2026.

Seberapa langka Bulan Biru?


Bulan Biru Bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi. Hal ini karena rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari, lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi.

Baca Juga  Facebook Bisa Transfer Foto dan Video ke Google Photo

Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang daripada Bulan Biru bulanan, yakni dalam 1.100 tahun antara 1.550 dan 2.650, ada 408 Bulan Biru Musiman dan 456 Bulan Biru Bulanan.

Dengan demikian, baik musiman maupun bulanan, Bulan Biru terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun.

Meskipun bernama Bulan Biru, Andi mengatakan, sebenarnya warna Bulan tidak benar-benar biru.

“Bulan Biru yang benar-benar berwarna biru dapat terjadi sangat langka dan tidak ada hubungannya dengan kalender, fase Bulan atau jatuhnya musim, melainkan akibat dari kondisi atmosfer,” ujar Andi.

Abu vulkanik dan kabut asap, droplet di udara, atau jenis awan tertentu dapat menyebabkan Bulan Purnama tampak kebiruan.

Baca Juga  Apa Sebenarnya Mata Uang China, Yuan atau Renminbi?

Sumber : Kompas.com