Festival Layang-layang Raksasa di Gresik, Tradisi Petani Setelah Panen

  • Share

Gresik – Festival Layang-layang yang digelar di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik menjadi magnet bagi para pecinta layangan dan warga.

Sekitar 300 peserta mengikuti event tahunan yang menjadi tradisi warga seusai musim panen, Minggu (3/10/2021) petang.

Ketua Panitia, Adieb Hazmy menyebut event yang digelarnya ini bahkan sudah mencakup skala nasional. Hal itu dibuktikan dengan peserta yang mengikuti acara tersebut banyak yang berasal dari luar Kabupaten Gresik.
“Pesertanya sekitar 300 orang. Tak hanya dari Gresik tapi mereka juga berasal dari luar. Bahkan ada yang berasal dari luar provinsi Jawa Timur,” kata Adieb Hazmy.

Ia menyebutkan, jenis layang-layang peserta festival secara bentuk dan ukurannya cukup bervariasi. Layangan bentuk naga terlihat paling dominan di ajang festival kali ini.
“Layangan bentuk naga memang banyak diminati. Mungkin karena modelnya terlihat lebih bagus dan gagah. Rata-rata layangan bentuk naga panjangnya bisa mencapai 75 meter hingga 100 meter,” ucap Adieb.

Baca Juga  PM Benjamin Netanyahu: Israel Akan Teruskan Serangan Udara ke Gaza

Dengan ukuran tersebut tak heran jika layangan bentuk naga membutuhkan minimal 4 orang saat menerbangkannya.

Sedang untuk pembuatan layangan bentuk raksasa itu pengerjaannya membutuhkan waktu antara 3 hingga 4 bulan, bahkan bisa lebih.

“Bahan layangan yang bagus berbahan kepingan fiber dengan kain parasit berkualitas. Sedang untuk biaya pembuatan layangan cukup bervariasi, ada yang menghabiskan dana Rp 4 juta, namun ada juga layangan yang biaya pembuatannya mencapai puluhan juta rupiah. Memang mahal, tapi bentuknya sangat fantastis,” ujarnya.

Adieb juga menjelaskan untuk penilaian dan festival layang-layang ini mencakup desain dan keindahan bentuk layangan, kekompakan tim saat menerbangkan layangan hingga kestabilan layangan saat mengudara.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara tersebut merasa kagum sekaligus terhibur. Ia bahkan turut menerbangkan layang-layang bentuk naga berukuran raksasa.

Baca Juga  Polres Gresik , Antisipasi Peredaran Uang Palsu , Kanit Binmas Himbau Pedagang Kaki Lima

“Festival layang-layang ini merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dan harus dilestarikan,” sebut Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik itu.

Menurutnya, festival layang-layang ini bisa digelar lebih meriah lagi pada musim kemarau tahun depan. Dengan begitu imbas positif dari festival layang-layang ini bisa lebih mendongkrak perekonomian desa.

“Dengan adanya festival layang-layang yang lebih meriah saya berharap produk UMKM warga bisa lebih terserap, termasuk hasil panen petani lokal saat musim kemarau seperti semangka dan melon,” pungkas Gus Yani.

Sumber: Republika.co.id

Berikan Komentar Anda
  • Share