
Syahud berharap kedepannya kerjasama untuk kemaslahatan masyarakat seperti ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Semuanya semata-mata untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Gresik dan demi kemajuan Pemerintahan Gresik Baru. ” Mudah-mudahan bisa istiqomah untuk kemaslahatan masyarakat, ” pungkasnya.
Sementara Bupati Gus Yani menyatakan, bahwa dirinya bersama Wabup Aminatun Habibah selaku pucuk pimpinan Pemerintahan Gresik Baru terus melakukan upaya maksimal untuk hadir membantu masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.
Mulai pendirian sarana kesehatan darurat di 10 puskesmas untuk layanan pertama pasien covid untuk mengurai warga yang isoman, 5 puskesmas untuk menangani ibu hamil (bumil), 17 rumah sakit (RS) rujukan, dan ruang isolasi di Stadion Gejos, dan pendirian Posko Darurat Covid.
Kemudian, memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak, dengan memberikan bantuan sembako, obat-obatan, dan multivitamin baik dari pemerintah maupun mengandeng pihak ketiga seperti lembaga amil zakat (LAZ) dan sejumlah donatur.
“Kami akui pandemi Covid-19 berat. Semua terdampak. Baik usaha kecil maupun besar. Mulai penjual gorengan maupun yang besar, ” ucapnnya. ” Makanya, pemerintah berupaya maksimal hadir untuk membantu masyarakat. Insya Allah dengan kekompakan dan saling bahu membahu kita bisa melewati dan keluar dari pandemi, ” sambungnya.
Sementara Wabup Bu Min mengaku senang karena pemerintah bisa berkolabarosi dengan KWG dalam memberikan sedikit bantuan paket beras kepada masyarakat kurang beruntung yang terdampak covid. ” Semoga bermanfaat, “katanya.
Pada kesempatan ini baik Bupati maupun Wabup mengajak masyarakat agar selalu menegakkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 untuk mencegah sebaran, dan terus berdoa kepada Allah SWT agar pandemi segera usai. ” Semoga pandemi segera usai, sehingga kita bisa kembali hidup normal, ” pungkas Bupati Gus Yani, diamini Wabup Bu Min.





