
Gresspedia – Polres Gresik masih terus mendalami kasus pengeroyokan hingga menewaskan Eko Bayu Asmoro, pedagang buah di Pasar Gadung, Driyorejo. Terbaru, melalui serangkaian penyelidikan, ternyata jumlah pelaku pengeroyokan sebanyak 14 orang. Mereka disebut sebagai ’’pendekar’’ dari sebuah perguruan silat
Hingga Selasa (29/11/2022) kemarin, baru lima tersangka sudah meringkuk di sel tahanan. ’’Dua kali pengeroyokan. Dari hasil penyelidikan, ada 14 pelaku. Tapi, yang sudah terindikasi baru tujuh orang,’’ kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan.
Alumnus Akpol 2015 itu menjelaskan, pengeroyokan terjadi dua kali , yang pertama dilakukan tujuh pelaku. Mereka tidak terima dan mendatangi korban yang saat itu memakai kaus perguruan silat. ’’Saat ditanyai para pelaku, korban mengatakan jika kaus tersebut didapatkan dari tempatnya berlatih,’’ ujar Aldhino.
Pernyataan korban memantik emosi para pelaku hingga korban di keroyok secara bersama sama
Aksi pengeroyokan yang kedua Selang beberapa jam, AL selaku otak pengeroyokan menghubungi anggota satu perguruan silat dengannya. Pemuda 29 tahun itu memberikan informasi jika korban mengaku-ngaku sebagai anggota perguruan silat. ’’Dalam kondisi babak belur, korban kembali dikeroyok tujuh pelaku lainnya yang baru datang,’’ ucapnya.
Luka pendarahan pada kepala membuatnya mengembuskan napas terakhir. Tergolek di teras sebuah ruko Pasar Gadung, Sejauh ini, sudah ada lima tersangka yang meringkuk di sel tahanan Mapolres Gresik. Penangkapan dilakukan dengan waktu berbeda.
Dua orang berinisial AJ, 18, dan AL, 29, diciduk di rumahnya. Sementara itu, tiga pelaku lainnya berinisial AE, 22, DN, 18, dan MA, 18, sempat melarikan diri dan akhirnya memilih menyerahkan diri. ’’Diantar langsung oleh pihak keluarganya,’’ terang Aldhino.
Kasus kematian korban tersebut menyisakan nestapa untuk keluarganya, korban belum lama menikah. Istri korban sedang mengandung. Usia kehamilannya disebut sudah 7 bulan. Maka, kelak bayi itu lahir tanpa ayah kandungnya.




