Kemarau Panjang di Gresik, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

  • Share
Kemarau Panjang di Gresik, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

Berita Gresik – Kemarau panjang melanda Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bahkan, warga di Desa Tulung Kecamatan Kedamean kesulitan mendapatkan air bersih.

Salah satu warga Ahmad Harun Rosyid mengatakan satu-satunya sumber air didesanya sudah mengering. Waduk dan telaga sudah tak mengeluarkan air. “Padahal, sehari-hari warga memanfaatkan air disana untuk keperluan sehari-hari utamanya memasak dan mencuci pakaian,” katanya, Senin (4/10/2021).

Diungkapkan Harun, waduk dan telaga didesanya setiap masuk musim kemarau selalu mengering. Untuk mendapatkan air bersih, warga setiap hari harus mengantri dengan membawa jerigen.

Dikatakan dia, setiap jerigen warga harus membeli 4000 rupiah. Biasanya, sekali pembelian bisa mencapai empat sampai enam jerigen. “Iya waduk dan telaga kering, setiap musim kemarau warga disini kesulitan mencari air bersih, sehingga terpaksa beli dengan jerigen,” ungkapnya.

Sebenarnya, warga sudah melakukan upaya mencari sumber air bersih di sekitar desa. Bajkan, pernah mendatangkan tim ahli. Namun, hingga saat ini belum juga ditemukan sumber air.

Sehingga setiap tahun saat musim kemarau datang, warga selalu kesulitan mencari air bersih. “Sudah pernah ada tim ahli mencari sumber air datang kesini, tapi waktu itu tidak menemukan sumbernya,” keluhnya.

Sementara, Kepala Dusun Panggang Desa Tulung, Kusnadi saat dikonfirmasi membenarkan jika saat ini warga tengah kesulitan mencari air bersih sehingga terpaksa beli menggunakan jerigen.

Kondisi itu berlangsung selama hampir satu bulan. “Sudah hampir 1 bulan, telaga kering,” tutupnya menanggapi warga Kedamean yang kesulitan air bersih saat musim kemarau panjang memasuki Kabupaten Gresik.

Sumber : Times Indonesia

Berikan Komentar Anda
  • Share