Oleh-Oleh Dua Hari dari Semarang, Bupati Gresik: Kita Dukung Asta Cita, SRT di Gresik Utara, Tahun Depan Terlaksana

Oleh-oleh Dua Hari dari Semarang, Bupati Gresik : Kita Dukung Asta Cita, SRT di Gresik Utara, Tahun Depan Terlaksana
Bupati Gresik Bersama Sekjen Kemensos RI dialog dengan salah satu Siswa SMA SRT 45 Semarang.

Semarang – Rencana Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mendirikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) tak main-main. Setahun di periode kedua kepemimpinannya, Gus Yani, sapaan akrabnya, akan melaunching SRT di bulan Desember 2025.

Selanjutnya, Bupati muda dan energik ini, telah merilis maket SRT, yang akan dibangun awal tahun 2026, di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pernyataan tersebut, disampaikan Gus Yani, saat melakukan studi banding ke SRT 45 Semarang, selama dua hari Sabtu dan Minggu (29-30/11/25) lalu.

Di depan Sekjen Kemensos RI Robben Rico, dan Wawali Kota Semarang, Gus Yani, sebenarnya sudah memilik SR di Desa Mriyunan, Sidayu, Gresik, memanfaatkan eks gedung SMPN. Saat ini siswanya 75 orang, siswa SMK.

Baca Juga  Operasi Zebra Semeru 2025: 1.450 Penindakan, ETLE Mobile Dominasi di Gresik

“SR sudah berjalan enam bulan ini, berada di Desa Mriyunan Sidayu memanfaatkan eks sekolah SMPN, siswanya 75 orang. Alhamdulillah belum ada yang keluar, masih utuh anak-anak semua betah krasan tinggal di asrama, ‘ ungkap Gus Yani saat pemaparan di depan Sekjen Kemensos RI, dan Wawali Kota Semarang, serta para guru dan pengelola SRT 45 Semarang, tiga hari lalu.

Gus Yani mengaku bangga, pasalnya 75 siswa SR di Mriyunan Sidayu, mendapatkan predikat best ten dari Kemensos RI. Diceritakan Gus Yani, awalnya sangat berat, saat masuk pertama kondisi siswa minder, saat terutama saat serah terima, anak-anak menangis tak mau ditinggalkan orang tua.

Baca Juga  Gelar Lomba Cerdas Cermat Kamtibmas: Membangun Generasi Muda Cerdas, Berkarakter, dan Sadar Keamanan

Namun, berkat kesabaran para guru, 75 siswa SR selama enam bulan ini, menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Jika sebelumnya, tidak mau mengaji atau sholat berjamaah, saat ini para siswa SR sudah terbiasa.

“Awalnya memang berat, anak-anak nangis, minder, karena belum terbiasa, Alhamdulillah sekarang anak-anak senang, semangat belajar, makanan dan gizinya juga terpenuhi. Kalau di awal jarang mengaji atau sholat berjamaah, sekarang terbiasa, ” papar Gus Yani.

Meski siswa SR di Gresik Utara masuk best ten, namun menantu KH Ali Mashuri, ini tak puas. Justru dirinya menimbah ilmu ke Semarang. Studi tersebut dilakukan untuk mempelajari praktik pengelolaan SR yang telah berjalan efektif di Semarang, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.

Baca Juga  Ops Zebra Semeru 2025 Resmi Dimulai, Polres Gresik Siap Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

“Desember ini insyaallah kami resmikan SR di wilayah kami. Karena itu, kami mencari referensi dan pandangan terkait pengelolaannya,” katanya pada pembukaan visitasi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 45 bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Gus Yani, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pada 2026 pemerintah kabupaten menyiapkan pembangunan SR baru di Desa Raci tengah, Sidayu, yang dirancang sebagai kawasan sekolah terpadu di atas lahan lima hektare lebih.

Baca halaman selanjutnya