Sejarah Tentang Bandar Gresik

Gressick atau Bandar Gresik

Catatan Portugis

Informasi tentang Bandar Gresik yang kedua ialah catatan para penjelajah Eropa yang berasal dari bangsa Portugis. Mereka adalah Tome Pires dan Jouo de Barros yang masing-masing ditulis pada abad ke-16 M dan 18 M.

Tome Pires pada abad XVI Masehi menyebut penguasa Gresik pada masa itu ialah seorang muslim yang tinggal di atas bukit (Sunan Giri-Giri Kedhaton). Sementara Jouo de Barros pada tahun 1777 M mengungkapkan bahwa Gresik merupakan salah satu kerajaan di kawasan pesisir utara Jawa.

Prof. Hasan dalam kesimpulannya berdasarkan informasi dari sejumlah catatan asing di atas memberikan kesimpulan sendiri tentang Bandar Gresik. Ia menjelaskan tentang periode perkembangan Bandar Gresik sebagai sebuah kota pada pertengahan abad ke XVII Masehi.

Perkembangan kawasan Bandar Gresik mulai menunjukan kemajuannya setelah Sultan Agung menghentikan serbuannya ke kawasan pesisir utara Jawa pada 1625/1626 M.

Pintu Dakwah Islam di Jawa

Bandar Gresik yang selanjutnya berkembang menjadi sebuah kota selain dikenang sebagai kawasan perdagangan juga merupakan pintu masuk dakwah Islam di tanah Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan makam milik Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, Jawa Timur pada tahun 1950-an.

Baca Juga  1 April, McDonalds Indonesia Tutup Sementara Layanan Makan di Tempat

Inkripsi batu nisan pada makam tersebut menjelaskan bahwa makam tersebut telah ada sejak tahun 495 H/ 1101 M. Temuan batu nisan tersebut sekaligus menjadi salah satu  bukti tertua Islamisasi di kawasan Asia Tenggara.

Bukti lainnya yang menunjukan jika kawasan Gresik pernah menjadi pintu masuk dakwah Islam ialah makam milik Syaikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Dilansir dari Islamtoday (15/1/2020) disebutkan bahwa Sunan Gresik berdasarkan pendapat kebanyakan peneliti merupakan pendakwah paling awal melakukan dakwah Islam secara terkonsep di Jawa.

Sunan Gresik bahkan merupakan sosok da’i penting yang ada pada masa Kerajaan Majapahit. Bandar Gresik pada masanya ialah salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Keberadaan Sunan Gresik sangat dihormati oleh Raja Majapahit, Brawijaya V. Hal ini terungkap dalam keterangan pada batu nisan miliknya, berikut ini kutipan kalimat yang terdapat di batu nisan milik Sunan Gresik:

Baca Juga  Pekerja 24 Jam di Gresik Rentan Kecanduan Narkoba

La ilaha illallah, surat Al-Baqarah ayat 255, surat Ali Imran, 185, surat Ar-rahman, 26-27; surat At-Taubah, 21-22, inilah makam almarhum al maghfur, yang mengharap rahmat Allah Yang Maha Luhur, guru kebanggaan para pengeran, tongkat penopang para raja dan menteri, siraman bagi kaum fair dan miskin, syahid yang berbahagia dan lambang cemerlang negara dalam urusan agama; Al Malik Ibrahim yang terkenal dengan nama kakek Bantal, berasal dari Khasan. Semoga Allah melimpahan rahmat dan ridha-Nya dan menempatkannya ke dalam surga. Telah wafat pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal 822 H.”

Kawasan Ekonomi

Prof. Hasan menambahkan dari data-data arkeologis di Leran, Gresik menempatkanya sebagai kawasan Islamisasi tertua di pantai utara Jawa. Bukti arkeologis lainnya selain makam juga menunjukan bahwa kawasan tersebut pada masanya merupakan kawasan ekonomi.

Sejumlah barang-barang komoditas perdagangan berhasil ditemukan di sana. Hal ini beradasarkan temuan-temuan fragmen tembikar halus, keramik

“…Pecahan tembikar halus yang diduga berasal dari luar Situs Leran, serta keramik dari Cina abad ke-10 sampai dengan abad ke-19,” ujarnya.

Baca Juga  Petugas Kesehatan di Gresik 10 Menit Berjemur demi Tangkal Corona COVID-19

Keramik merupakan benda-benda arkeologis yang paling banyak ditemukan di Gresik. Keramik asal Cina bagian selatan ini berbahan dasar porselin dan batuan.

Keramik porselin umumnya digunakan untuk pembuatan piring, mangkok, cepuk, vas, buli-buli (guci kecil). Keramik berbahan porselin biasanya berukuran kecil hingga sedang, berbeda dengan keramik berbahan batuan yang cenderung besar.

Setelah keramik di Gresik juga ditemukan komoditas dagang asal Cina lainnya yang berupa manik-manik. Sebuah butiran manik-manik berbentuk bulat dan berlubang yang mungkin digunakan untuk kalung.

Bahkan bukti jika kawasan tersebut merupakan sebuah bandar pelabuhan juga ditemukan dengan fragmen kayu. Fragmen tersebut dimungkinkan merupakan bagian dari badan kapal.

Sebenarnya masih ada beberapa barang-barang arkeologis lain yang mendukung Gresik sebagai kota pelabuhan dagang. Sebab di sana ditemukan beberapa barang seperti kaca, uang logam.

Sumber Artikel : Islamtoday.id

Penulis Artikel: Kukuh Subekti (islamtoday)