Apa itu QRIS ? Untuk Pembayaran Parkir di Gresik

Apa itu QRIS ? Untuk Pembayaran Parkir di Gresik
ilustrasi pembayaran parkir gresik dengan scan QRIS

Techno – Beberapa hari terakhir kita mendengar istilah scan QRIS untuk alat pembayaran parkir tepi jalan di Kota Gresik pada awal tahun 2022 .

Mungkin dari beberapa Grestizen sudah mengenal apa itu QRIS, terutama bagi generasi milenial yang sudah terbiasa melakukan transaksi jual beli menggunakan uang digital.

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Indonesia Standard. Untuk lebih mudahnya, QRIS merupakan QR Code yang sudah dirancang mengikuti standar nasional Indonesia. Standar Nasional QR Code ini diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sejak 17 Agustus 2019 lalu.

QRIS ini hadir sebagai jawaban atas transaksi pembayaran online yang semakin ramai dipergunakan seperti di Mall, Restaurant, Butik dan lainnya.

Saat ini banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa di pakai. Ketika Anda ingin membeli sesuatu, Anda cukup scan QR Code yang tersedia dan transaksi bisa diproses dengan cepat. Seperti halnya Gopay, Shopee Pay, OVO, Dana, LinkAja, Dompetku, dll.

Baca Juga  Polisi Gresik Gagalkan Pencurian Pick Up di Kebomas

Berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia, QRIS adalah kombinasi dari berbagai jenis QR Code dalam berbagai penyelenggaraan jasa sistem pembayaran atau PJSP. Hal tersebut membuat kegiatan jual beli digital dengan menggunakan QR Code menjadi lebih aman, cepat, serta mudah.

Untuk itu, setiap penyedia PJSP dengan basis QR Code, baik itu pihak lokal ataupun asing, sudah wajib untuk menggunakan QRIS. Hal ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam PADG No.21/18/2019 terkait implementasi Standar Internasional QRIS untuk metode pembayaran.

Jadi, saat ini seluruh QR Code akan terintegrasi dengan seluruh aplikasi pembayaran dengan hanya menggunakan satu jenis QR Code. Apapun alat pembayaran yang Anda gunakan, setiap kegiatan transaksi nantinya akan dilakukan dengan pemindaian pada satu tempat yang sama, yakni pada QRIS pada merchant yang sudah memiliki kerjasama dengan program tersebut.

Baca Juga  Berburu Mengkudu, Penyembuh Segala Penyakit di Makam Sunan Giri

Bagi yang belum paham pembayaran scan QRIS untuk parkir, mimin berikan contohnya, Iskandar punya alat pembayaran GoPay, lalu Cak Semar punya Shopee Pay kemudian Adit punya Mobile Banking.

Kemudian mereka ingin membayar parkir. Mereka tetap bisa membayar walaupun alat pembayarannya berbeda. Jadi tinggal Scan QRIS menggunakan dompet digital dan nanti saldo akan terpotong otomatis sesuai jumlah harga parkir tsb.

Penerapan cashless ini memang sebuah lompatan untuk dunia perparkiran di Kota Gresik. Namun, belum sepenuhnya pengguna parkir tepi jalan di Gresik memiliki dompet digital (e-wallet) ataupun ada saldo.

Karena itu, Dishub Gresik akan menerapkan dua opsi pembayaran. Yakni, masyarakat bisa langsung melakukan scan QRIS setelah selesai parkir atau menggunakan saldo dari smartphone juru parkir (jukir) yang nanti masyarakat bisa bayar uang tunai.

Baca Juga  Bawaslu Gresik Bentuk Panwas Desa Untuk Menghadapi Pemilihan Bupati & Wakil Bupati 2020

Teknis Pelaksanaan Parkir Nontunai di Gresik

  • Pengguna jasa parkir tinggal melakukan scan QRIS di barcode area parkir dengan smartphone
  • Apabila masyarakat tidak memiliki saldo, scan bisa dilakukan dengan smartphone juru parkir
  • Pembayaran bisa melalui aplikasi yang mendukung QRIS: Dana, OVO, Gopay, ShopeePay, LinkAja
  • Tahap awal penerapan dilakukan di Gresik Kota, Sidayu, Driyorejo, dan Dukun

Tarif Parkir

  • Roda dua: Rp 2 ribu
  • Sedan dan minibus: Rp 3 ribu
  • Bus, truk, kereta tempel, dan gandeng: Rp 10 ribu
Berikan Komentar Anda