
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi nama varian virus corona dengan huruf Yunani dalam urutan abjad. Misalnya, jika ada varian coronavirus baru, itu akan menjadi alfabet yang mengikuti ‘Omicron’ yaitu, pi, rho, sigma, dll. Nama-nama ini diputuskan setelah pertimbangan luas dan tinjauan sistem penamaan potensial.
Setelah ini, WHO memberikan label untuk varian ini Variants of Interest (VoI) dan Variants of Concern (VoC). Sementara WHO memberikan nama dan label ini, ia juga menyimpan nama ilmiah seperti varian Omicron yang secara ilmiah disebut B.1.1.529
Bagaimana percakapan seputar Delmicron dimulai? Seorang anggota gugus tugas COVID-19 Maharashta Dr Shashank Joshi dilaporkan mengatakan pada debat News18, “Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus.” Sementara beberapa laporan juga menyebutkan bahwa ada varian baru bernama Delmicron, pernyataan Dr Joshi sepertinya tidak merujuk ke sana.
Dr Joshi dilaporkan menyinggung situasi di mana varian Delta dan Omicron menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tertentu. Sederhananya, ini bukan varian baru COVID-19 tetapi situasi di mana varian Delta dan Omicron ditemukan hadir pada pasien COVID-19 yang sama atau menyebar dengan cepat di wilayah yang sama.
Sumber: Business Today




