
Gresik – Penerapan parkir nontunai di Gresik mulai dilaksanakan 1 Januari 2022. Sebelum mulai efektif, pemkab berencana melaksanakan uji coba itu minggu depan. Kini, pengguna jasa parkir tinggal scan QRIS dari smartphone masing-masing.
Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri menyampaikan, uji coba parkir nontunai itu dilakukan minggu depan di sejumlah titik. Salah satunya di sepanjang jalan utama kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Mulai Jalan Sumatera, Jalan Jawa, hingga Jalan Kalimantan.
Dari hasil uji coba tersebut, lanjut dia, pemkab akan melakukan evaluasi. Apabila ada kekurangan, maka pihaknya akan diperbaiki. Amri menyebutkan, penerapan cashless itu memang sebuah lompatan. Namun, belum sepenuhnya pengguna parkir tepi jalan memiliki saldo di aplikasi yang mendukung pembayaran QRIS tersebut.
Karena itu, Dishub Gresikk akan menerapkan dua opsi pembayaran. Yakni, masyarakat bisa langsung melakukan scan QRIS setelah selesai parkir atau menggunakan smartphone juru parkir (jukir) yang nanti diganti masyarakat berupa uang cash. ’’Kan tidak semua warga menggunakan dompet digital itu, kemudian kalau saldonya pas kosong? Jadi, ada opsi pinjam scan jukir,’’ ujarnya.
Amri menyatakan, tujuan penerapan sistem parkir nontunai tersebut, selain memudahkan masyarakat dalam hal pembayaran, sangat membantu Pemkab Gresik untuk memantau besaran pendapatan asli daerah (PAD). Hasil PAD yang didapat tersebut juga dipergunakan untuk keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Gresik.
Penerapan digitalisasi parkir, sambung dia, dipastikan tidak akan mengurangi lapangan kerja. Para juru parkir (jukir), jelas Amri, nanti tetap bekerja. ’’Jukirnya tetap ada untuk mengawasi parkiran dan membantu pembayaran,’’ imbuhnya.
Selama ini, retribusi parkir tepi jalan kerap mengalami kebocoran yang cukup besar. Dengan adanya pembayaran nontunai itu, diharapkan mampu menekan angka kebocoran tersebut. ’’Sampai bulan ini, realisasi capaian retribusi parkir tepi jalan sekitar Rp 1,8 miliar dari target Rp 4 miliar. Memang, sistem ini diharapkan mampu menekan angka kebocoran itu,’’ ujar Amri.
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan, dalam APBD 2022, target PAD dari parkir di tepi jalan umum sebesar Rp 5 miliar. Selama bertahun-tahun, realisasi pendapatannya hanya sekitar Rp 1 miliar lebih.
Sebelumnya, potensi parkir tepi jalan di Gresik pernah dikaji tim ahli dari perguruan tinggi yang bekerja sama dengan dishub. Tujuannya, menunjukkan 115 titik retribusi parkir di beberapa kawasan, terutama di daerah perkotaan.
’’Potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 27 miliar per tahun dengan catatan retribusi parkir ini ditangani sendiri oleh dishub dengan mempekerjakan tim dan para juru parkir yang bekerja secara profesional serta didukung semua kebutuhan oleh pemerintah daerah,’’ terangnya.
Karena itu, sambung Hamdi, target rasional dari retribusi parkir tepi jalan seharusnya bisa mencapai Rp 20 miliar pada 2022. Namun, karena dishub pesimistis, angka itu dianggap terlalu besar dan tidak mungkin dicapai.
Teknis Pelaksanaan Parkir Nontunai di Gresik
– Pengguna jasa parkir tinggal melakukan scan QRIS di barcode area parkir dengan smartphone
– Apabila masyarakat tidak memiliki saldo, scan bisa dilakukan dengan smartphone juru parkir
– Pembayaran bisa melalui aplikasi yang mendukung QRIS: Dana, OVO, Gopay, ShopeePay, LinkAja
– Tahap awal penerapan dilakukan di Gresik Kota, Sidayu, Driyorejo, dan Dukun
Tarif Parkir
– Roda dua: Rp 2 ribu
– Sedan dan minibus: Rp 3 ribu
– Bus, truk, kereta tempel, dan gandeng: Rp 10 ribu
#parkir #berita #gresiknews #beritagresik #infogresik #gresikhits
Sumber:




