
GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen Polres Gresik dalam menghadirkan pelayanan humanis sekaligus memperkuat kesiapan pengamanan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Penegasan itu disampaikan saat memimpin langsung Apel Pagi Jam Pimpinan di halaman Mapolres Gresik, Senin (27/4/2026).
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sekaligus mematangkan kesiapan pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day).
Apel tersebut dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolsek, personel Bintara, ASN Polri, serta siswa Latja Brimob SPN Polda Jawa Timur.
Mengawali arahannya, Kapolres mengapresiasi kinerja jajaran selama sepekan terakhir yang dinilai mampu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Meski demikian, ia menyoroti masih adanya informasi terkait pelanggaran jam operasional kendaraan berat.
“Segera tindak lanjuti informasi tersebut. Tempatkan personel di titik rawan dan lakukan pengawasan secara nyata. Jangan sekadar formalitas tanpa hasil di lapangan,” tegasnya.
Dalam aspek pelayanan publik, Kapolres menekankan pentingnya standarisasi layanan antara Polres dan Polsek, baik dari sisi waktu maupun kualitas interaksi dengan masyarakat. Ia mencontohkan pelayanan perbankan yang mengedepankan keramahan dan kesopanan sebagai standar yang harus diadopsi.
“Layani masyarakat dengan sikap humanis dan profesional. Hindari ucapan kasar. Personel yang bertugas, baik di penjagaan, tahanan, maupun pelayanan, wajib tampil rapi dan tidak diperkenankan melepas atribut dinas saat jam kerja,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan petugas layanan 110 untuk selalu responsif dan menjaga etika komunikasi, guna menghindari potensi temuan negatif dari pengawasan internal.
Di sisi internal, ia mendorong efisiensi penggunaan energi dengan menginstruksikan setiap satuan kerja untuk lebih disiplin dalam penggunaan listrik. Pemasangan pengingat di tiap ruangan diminta sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah pemborosan.
Sementara itu, terkait kehadiran siswa Latja Brimob, Kapolres menekankan pentingnya pola pembinaan yang edukatif dan bebas dari kekerasan. Ia melarang keras adanya kontak fisik yang berlebihan dalam pemberian sanksi.
“Berikan pembinaan yang mendidik. Jika ada pelanggaran, cukup dengan hukuman fisik terukur seperti push-up atau lari. Pastikan mereka mendapatkan pengalaman positif selama bertugas di Polres Gresik,” pesannya.
Menutup arahannya, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat persiapan pengamanan May Day. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi taktis guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi dinamika aksi buruh.
“Segera laksanakan TFG dan pastikan seluruh personel memahami peran masing-masing,” pungkasnya.




