Siapakah Taliban? Sejarah kelompok yang kini menguasai kembali Afghanistan

Namun Taliban juga memperkenalkan atau mendukung hukuman yang sejalan dengan penafsiran mereka akan hukum Syariah seperti eksekusi di depan umum terdakwa pembunuhan dan pezina, dan amputasi bagi mereka yang diputuskan bersalah karena pencurian.

Para pria diharuskan menumbuhkan jenggot, sementara para perempuan diwajibkan mengenakan burka yang menutup seluruh tubuh.

Taliban juga melarang televisi, musik dan bioskop, juga tidak memperbolehkan anak perempuan di atas sepuluh tahun untuk sekolah. Mereka dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan budaya.

Salah satu yang paling terkenal adalah pada 2001, ketika Taliban melanjutkan penghancuran patung Buddha Bamiyan yang terkenal di Afghanistan tengah, meski muncul kemarahan internasional.

Taliban gumen control Kandahar-Herat Highway, near Kandahar city, 31 October 2001
Pasukan Taliban berjaga di jalan raya Kandahar-Herat, di dekat Kota Kandahar pada 31 Oktober 2001

Pakistan telah berulang kali membantah sebagai arsitek berdirinya gerakan Taliban. Namun tak diragukan, banyak warga Afghanistan yang bergabung dengan gerakan ini adalah lulusan madrasah-madrasah di Pakistan.

Baca Juga  Duterte Ancam Tembak Mati Pelanggar Aturan Lockdown Filipina

Pakistan juga merupakan satu dari tiga negara, bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang mengakui Taliban saat mereka berkuasa di Afghanistan. Pakistan juga negara terakhir yang memutuskan hubungan diplomatik dengan kelompok tersebut.

Di satu titik, Taliban mengancam akan merusak stabilisasi Pakistan dari area-area yang mereka kuasai di wilayah barat laut.

Salah satu serangan Taliban di Pakistan yang paling terkenal dan dikecam dunia internasional terjadi di Oktober 2012, ketika Malala Yousafzai ditembak dalam perjalanan sepulang sekolah di Kota Mingora.

Serangan militer besar-besaran dua tahun kemudian, menyusul pembantaian di sekolah Peshawar, mengurangi pengaruh kelompok ini di Pakistan.

Setidaknya tiga tokoh kunci Taliban di Pakistan tewas karena serangan udara AS pada 2013, termasuk pemimpin kelompok itu, Hakimullah Mehsud.

Baca Juga  Ciao, Liga Italia Serie A Disetop!
Pakistani schoolgirl Malala Yousafzai was shot by Taliban gunmen in October 2012
Pelajar dan aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai ditembak Taliban pada Oktober 2012.

‘Tempat perlindungan’ al-Qaeda

Perhatian terhadap penguasa Taliban di Afghanistan makin besar setelah serangan di World Trade Centre, New York, September 2001.

Mereka dituduh memberi perlindungan kepada Osama Bin laden dan gerakan al-Qaeda, yang dianggap bertanggungjawab atas serangan itu.

Pada 7 Oktober 2001, koalisi yang dipimpin AS melancarkan serangan di Afghanistan, dan pada pekan pertama Desember tahun yang sama, Taliban runtuh.

Pemimpin kelompok itu, Mullah Mohammad Omar, dan sejumlah tokoh senior lainnya, termasuk Bin Laden, lolos dari salah satu perburuan terbesar di dunia.

Banyak pemimpin senior Taliban dilaporkan berlindung di Kota Quetta di Pakistan, tempat di mana mereka memimpin Taliban. Namun keberadaan tempat yang dijuluki “Quetta Shura” disangkal oleh Islamabad.

Baca Juga  Siapa Soleimani yang Buat Dunia Terancam Perang Dunia III?

Meski dengan banyaknya pasukan asing, Taliban perlahan-lahan mengumpulkan kekuatan dan melebarkan pengaruh di Afghanistan, membuat banyak wilayah di negara itu tidak stabil, dan kekerasan meningkat ke tingkat yang tidak pernah terlihat lagi sejak 2001.

Banyak serangan Taliban terjadi di Kabul, dan pada September 2012, kelompok tersebut melakukan serangan besar-besaran di pangkalan NATO, Kamp Bastion.