4 Tips Membantu Balita Agar Mudah Berteman

4 Tips Membantu Balita Agar Mudah Berteman
ilustrasi foto anak bermain

Lifestyle – Menjalin pertemanan memang tidak selalu mudah dan butuh usaha agar bisa menjadi teman yang baik.

Ketika anak-anak tumbuh dan mengembangkan keterampilan sosialnya, wajar saja jika mereka akan mengalami kesulitan berbagi atau mungkin berjuang untuk bergaul dengan anak lain. Rasanya setiap anak, terutama di usia balita, akan mengalami tantangan ini.

Namun, demi membesarkan anak-anak yang bahagia, baik, dan berempati, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak memiliki teman bermain dan juga berhasil menjadi teman yang baik.

Sebagai seorang ahli di bidang perkembangan anak dan terapis yang berspesialisasi dalam integrasi sensorik, Allie Ticktin membagikan empat tips untuk membantu si kecil belajar menjadi teman yang baik sebagai berikut.

1. Bicarakan tentang kompromi dan berbagi

Bagian terbesar dari belajar menjadi teman yang baik adalah belajar berkompromi dan berbagi.

“Ajari anak untuk fleksibel dengan berlatih di rumah bersama keluarga. Tunjukkan saat-saat ketika kita fleksibel saat bermain dengan si kecil,” terang Ticktin.

Di lain waktu kita dapat berkompromi, lalu tunjukkan bahwa kita fleksibel, dengan mengatakan sesuatu seperti, “Oke, tidak masalah jika tidak ada warna pilihan, mama bisa fleksibel dan menggunakan bola hijau sebagai gantinya.”

Baca Juga  Yuk Cari Tahu, Arti Rib & Thigh Ayam McD

Kita juga dapat meminta anak untuk bersikap fleksibel dengan mengatakan, “Bisakah kamu menggunakan bola hijau kali ini, sehingga mama dapat menggunakan bola ungu?”

Hal yang sama berlaku untuk belajar berbagi dengan meminta si kecil meminjamkan mainnya dan bantu mereka melatih keterampilannya.

2. Bantu anak menangani hal yang tidak terduga

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai orang dewasa kita mungkin lebih dapat menerimanya dan membuat opsi lain.

Tetapi jika menyangkut anak-anak, ini dapat membuatnya sangat sulit, apalagi ketika anak  pertama kali mulai bermain dengan anak-anak lain.

“Sama seperti orang dewasa, anak-anak akan kesal ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

“Namun, penting bagi kita untuk memvalidasi perasaan anak dan memastikan mereka tahu bahwa tidak apa-apa memiliki perasaan itu. Bantu mereka mengatasi emosi itu dengan cara yang positif,” saran dia.

Menurut Ticktin, anak-anak mungkin bereaksi terhadap hal yang tidak terduga dengan menjadi marah atau bahkan memukul dan menggigit. Kita bisa mengarahkan mereka untuk mengambil jeda sejenak dan menjauh dari teman mainnya.

Baca Juga  6 Manfaat Mengejutkan Konsumsi Mentimun Secara Rutin

3. Membuat anak sukses saat waktu bermain dengan teman

Untuk membuat anak kita menjadi teman yang baik saat bermain atau pun “play date”, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan seperti:

• Rencanakan waktu yang tepat untuk bermain

Ticktin mengatakan bahwa saat si kecil mulai memiliki teman bermain dan belajar tentang menjadi teman, kita bisa memilih waktu yang tenang dalam sehari. Misalnya saat anak sudah makan atau bangun tidur siang.

• Bertemu di lokasi yang netral

Terkadang sulit bagi anak untuk menerima anak-anak lain di tempat mereka dan berbagi mainan.

Untuk itu, Ticktin merekomendasikan agar anak bertemu dengan teman bermainnya di lokasi yang netral seperti taman atau museum apabila si kecil mengalami kesulitan dengan anak-anak lain di rumah.

• Diskusikan cara berbagi mainan sebelumnya

“Jika kita menjadi tuan rumah saat waktu bermain, bicarakan pada si kecil tentang berbagi mainan sebelum anak-anak lain datang,” ungkapnya.

Kita juga bisa menyisihkan mainan khusus yang akan sangat sulit dibagikan oleh si kecil dan tempatkan mainan itu di lemari atau tempat di mana anak-anak lain tidak dapat mengaksesnya sampai semua orang pergi.

Baca Juga  Jangan Cuma Isi Bensin, Pengendara Motor Wajib Tau Nih Bedanya SPBU Pertamina Pasti Pas dan Pasti Prima

• Atur aktivitas yang terstruktur

Beberapa anak benar-benar mendapat manfaat dari struktur alias urutan kegiatan. Jadi, kita dapat membangun struktur ke dalam jadwal bermainnya dengan merencanakan dan menyiapkan permainan dan aktivitas yang terstruktur.

4. Ajari anak ekspresikan perasaan dan menetapkan batasan dengan cara yang baik

Ticktin mengungkapkan bahwa penting bagi setiap anak untuk belajar bahwa tidak apa-apa mengungkapkan perasaan mereka dan menetapkan batasan jika mereka tidak menyukai sesuatu.

Dengan demikian, orangtua dapat membantu anak menetapkan batasan dengan cara yang baik jika anak lain melakukan sesuatu yang mengganggu mereka seperti mungkin terlalu dekat dengan si kecil, tidak fleksibel atau kejam, dan lain sebagainya.

“Kita juga dapat membantu si kecil membicarakannya dengan teman sebayanya dan memberi tahu teman-teman mereka ketika mereka tidak menyukai sesuatu,” terangnya.

Di samping itu, mengajarkan anak menggunakan kata-kata seperti, “Aku tidak suka ketika kamu melakukan itu” atau “Tolong berhenti?” juga bagus ketika mereka membutuhkan ketenangan untuk bisa bermain sendiri.

Sumber: Kompas.com

Berikan Komentar Anda
error: Content is protected !!