
Sumber utama unsur tanah jarang adalah mineral bastnasite, monasit, dan loparit dan lempung adsorpsi ion laterit.
Meskipun namanya logam tanah jarang, logam ini tidak benar-benar langka. Logam tanah jarang yang keberadaannya cukup melimpah di kerak bumi ini cukup sulit untuk ditambang.
Karena logam ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk dapat diekstrak dengan ekonomis. Maka dari itu, nama logam ini adalah rare. Dan membuat unsur tanah jarang relatif mahal.
Pertama kali ditemukan pada 1787
Logam tanah jarang pertama kali ditemukan oleh letnan angkatan bersenjata Swedia bernama Carl Axel Arrhenius pada tahun 1787. Ketika itu, sang penemu mengumpulkan mineral hitam ytterbit yang berasal dari penambangan feldspar dan quartz kuarsa di Swedia.
Penemuan logam tanah jarang ini membuat banyak peneliti lain yang menemukan unsur-unsur baru salah satunya adalah pada tahun 1804, Klaproth dan rekan-rekannya menemukan Seria yang merupakan bentuk oksida dari unsur Serium.




