Kini Ada Lima Samudra: Mari Mengenal Samudra yang Terbaru

Ada tambahan satu samudra baru di peta dunia. (Matthew W. Chwastyk and Greg Ugiansky, NG Staff with Sources by NASA/JPL and International Hydrogra)

Sebelum menetapkan Samudra Selatan ini sebagai samudra baru, selama bertahun-tahun para ahli pemetaan dan komite kebijakan pemetaan National Geographic Society telah telah mempertimbangkan kemungkinan perubahan tersebut. Mereka mengamati bahwa ada semakin banyak para ilmuwan dan pers yang menggunakan istilah Samudra Selatan, dan hal ini menjadi petimbangan juga untuk membuat perubahan pada peta samudra di dunia.

Perubahan tersebut, menurut Alex Tait, sejalan dengan inisiatif National Geographic Society untuk melestarikan lautan dunia. Penetapan samudra baru ini diharapkan dapat memfokuskan kesadaran publik pada suatu wilayah yang secara khusus membutuhkan sorotan konservasi.

“Kami sudah selalu melabelinya, tetapi kami memberi label sedikit berbeda [dari samudra yang lain],” kata Tait. “Perubahan ini mengambil langkah terakhir dan mengatakan kami ingin mengakuinya karena pemisahan ekologisnya.”

Baca Juga  Bukan dari Iklan, Begini Cara YouTuber Meraup Pendapatan Besar

Sylvia Earle, ahli biologi kelautan dan Explorer at Large National Geographic, memuji pembaruan kartografi atau pemetaan tersebut.

“Bravo untuk National Geographic karena secara resmi mengakui perairan di sekitar Antarktika sebagai Samudra Selatan,” tulis Earle dalam sebuah pernyataan email.

“Dikelilingi oleh Arus Lingkar Antarktika yang sangat cepat, ini adalah satu-satunya samudra yang menyentuh tiga samudra lainnya dan yang sepenuhnya memeluk sebuah benua ketimbang dipeluk oleh mereka.”

Empat wilayah samudra yang lain ditentukan oleh benua yang memagari mereka. Namun wilayah Samudra Selatan ini ditentukan oleh arusnya.