Kini Ada Lima Samudra: Mari Mengenal Samudra yang Terbaru

Peta karya kartografer Abraham Ortelius (1527–1598) “Maris Pacifici”, Theatrum orbis terrarum yang terbit pada 1595. Inilah peta pertama yang menampilkan kawasan Samudra Pasifik dan Benua Amerika. Peta ini merupakan penghormatan atas penjelajahan Ferdinand Magellan; tampak ‘Victoria’, kapal yang membawa Magellan. (Wikimedia Commons, Public domain)

Para ilmuwan memperkirakan bahwa Arus Lingkar Antarktika (ACC) terbentuk sekitar 34 juta tahun yang lalu. Peristiwa itu terjadi ketika Antarktika terpisah dari Amerika Selatan. Peritiwa ini memungkinkan terbentuknya aliran air tanpa hambatan di sekitar dasar Bumi.

ACC mengalir dari barat ke timur di sekitar Antarktika, dalam kapasitas fluktuasi luas yang secara kasar berpusat di sekitar garis lintang 60 derajat selatan. Ini adalah garis yang sekarang ditetapkan sebagai batas utara Samudra Selatan. Air di dalam ACC lebih dingin dan sedikit kurang asin daripada air laut di utara.

Membentang dari permukaan ke dasar laut, ACC mengangkut lebih banyak air daripada arus laut lainnya. Arus ini menarik perairan dari Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Arus ini membantu mendorong sistem sirkulasi global yang dikenal sebagai conveyor belt, yang mengangkut panas di sekitar planet ini.

Baca Juga  Bukan dari Iklan, Begini Cara YouTuber Meraup Pendapatan Besar

Air dingin dan padat yang tenggelam ke dasar laut di Antarktika itu juga membantu menyimpan karbon di laut dalam. Dalam kedua cara itu, Samudra Selatan memiliki dampak penting pada iklim Bumi.

Para ilmuwan saat ini sedang mempelajari bagaimana perubahan iklim akibat pengaruh aktivitas manusia mengubah Samudra Selatan. Para ilmuwan telah mempelajari bahwa air laut yang bergerak melalui ACC kini menjadi lebih panas, tetapi tidak jelas seberapa besar pengaruhnya terhadap Antarktika. Beberapa pencairan paling cepat dari lapisan es atau beting es di Antarktika dalam tahun-tahun terakhir terjadi di bagian-bagian yang paling dekat dengan ACC.

Selain arusnya membantu menjaga Antarktika tetap dingin, Samudra Selatan selama ini juga berbeda secara ekologis. Ribuan spesies hidup di sana dan tidak ada di tempat lain.

Baca Juga  Ini 11 Tanda Orang dengan EQ Lemah, Salah Satunya Mudah Tersinggung!

Samudra Selatan “mencakup ekosistem laut yang unik dan rapuh yang merupakan rumah bagi kehidupan laut yang menakjubkan seperti paus, penguin, dan anjing laut”, catat Enric Sala, Explorer in Residence National Geographic.