
Akhirnya pasukan di Gunung Lengis yang tersisa dan selamat mundur ke wilayah barat. Pertempuran yang memakan waktu selama sehari tersebut berhasil membuat pasukan Inggris menguasai Gresik bagian Utara. Tidak berhenti sampai di situ, TKR dibantu oleh laskar pemuda dari berbagai daerah di Gresik memiliki misi untuk kembali merebut wilayah Gresik utara dari tangan pasukan Inggris. Perebutan kembali wilayah Gresik pada sekitar awal bulan Januari tahun 1946. Strategi pertempuran yang digunakan dengan cara menutup pintu – pintu masuk menuju Gresik, di bagian utara yaitu dengan cara peledakan Jembatan Kalitangi.
Pendudukan Gresik Utara oleh Sekutu
Dengan gerak cepat membentuk strategi dengan menggunakan strategi beberapa strategi pertempuran dan pertahanan mulai dari Wehrkreise, serangan perembesan, Great Patriotic Warfare, dan serangan dari dua arah atau sisi. Banyaknya strategi yang digunakan karena kekurangan persenjataan yang di miliki oleh pasukan dari Indonesia, khususnya yang berasal dari laskar – laskar pemuda. Wilayah Gresik bagian utara dapat di rebut kembali pasukan Gresik tetapi tak lama setelah itu terjadi sekitar bulan Maret, wilayah ini kembali di serang oleh pasukan Inggris dan Belanda. Tak butuh waktu lama bagi Inggris dan Belanda untuk kembali menduduki Gresik bagian utara, pasukan Gresik berhasil dipukul mundur dan wilayahnya dapat dikuasai.
Pertempuran yang terjadi di daerah ini sama mengerikannya seperti yang terjadi di Surabaya, pasukan Inggris datang dengan membawa tercanggih mereka melawan pasukan TKR ditambah rakyat Gresik siap dengan nyali dan membawa harga diri, senjata mereka tak begitu canggih seperti milik Inggris tetapi jiwa dan semangat mereka begitu membara hingga nyawa pun tak mereka anggap berharga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Pertempuran demi pertempuran, strategi demi strategi mereka pikirkan, mereka rencanakan lalu mereka jalankan. Meskipun hasil yang di dapat tidak sesuai dengan keinginan. Tak salah jika pasukan Inggris bahkan sampai menginginkan adanya gencatan senjata, karena pasukan – pasukan ini bukan merupakan pasukan biasa, mereka adalah pejuang – pejuang bangsa tanpa nama yang menggadaikan nyawanya demi bisa mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Atas nama Gresik, tak hanya pasukan yang berjuang sekuat tenaga tetapi juga mendapat restu dari semesta dengan wilayah geografis Gresik yang beragam dan menyulitkan pasukan Inggris serta Belanda untuk menyerang.
Sumber:




